Pedestrian in Sydney

Unik sekali ide postingan dari Winny ini 🙂 Walo aku nggak ngeh, yg dia maksud dengan foto pedestrian itu, maksudnya: postingan berisi foto trotoar (area berjalan kaki) atau motretin orang-orang yg berjalan kaki, ya? Jadi kuputuskan untuk majang foto apa adanya aja: street with few people on it (except my husband) 😀

Kalo foto orang, jujur aku jarang motretin manusia (yg gak kukenal) apalagi foto anak kecil, karena aku nggak berani, hehehe. Kuatir klo ketauan orangnya ntar dianggap nyuri-nyuri foto atau melanggar privasi or even a pedophile dsb. Terdengar seperti ketakutan yg terlalu berlebihan but my online world motto is: you can never be too paranoid on the internet, hahaha….

Buat yg komentar: “Kamu kebanyakan jalan-jalan….” -Atuhlah…. Ya gimana dong ceu? Nggak ada becak atau ojek, disini. Ya harus jalan kaki kemana-mana kita mah ya; dari satu halte ke halte bus berikutnya karena bus gak bisa berhenti selain di halte 😆 Ada yg mau gendongin akyu, mungkin?? 😆 I know my husband wouldn’t want to 😉

!
bersiap menyusuri Sydney Harbour Bridge. this is summer, definitely summer…. *panashhh*

Cerita tentang menyusuri Sydney Harbour Bridge di jalur khusus, sudah pernah dipublikasi lewat postingan (ini). Tapi yg jelas, ini adalah salah satu to-do-list gratis yg harus disempat-sempatkan untuk dilakukan jika kalian ke Sydney 😀 Pemandangannya, terutama jika kalian penggemar Opera House…. amboi….. Aku sendiri bukan penggemar Opera House but always a fan of Sydney Harbour Bridge 🙂

!
one of the heartwarming memory: the winter in Sydney 🙂

Ini salah satu foto favoritku: one winter morning in the heart of Sydney (link). Tumben ya aku berani motretin manusia, hehehe. Diambil di George Street, Sydney. Sydney beneran ini, bukan pinggiran atau suburbs of Sydney macam Kingsford (link) atau Kensington (link). The City of Sydney, postal code: 2000. Btw kode pos Sydney ini emang dari dulu jaman baheula sudah 2000 apa diganti berkaitan dengan Olimpiade tahun 2000 yg dilangsungkan di Sydney ya? Ibu Vita (atau Suaminya) bisa bantu jawab? 😀 🙂

!
bus lane/jalur bus

Trotoar di Sydney lebar-lebar dan rata permukaannya, gak pathing mak gemronjal. Selain untuk pejalan kaki, juga sering sepeda dan otoped lewat di trotoar. Mestinya kalo sepeda sih jalurnya jadi satu dengan jalur bus kota. Tapi kadang serem, mak, ngeliatnya. Secara bus kota kalo jalan ya werrrrr werrrr….. ngebut aja gitu. Lebih menentramkan hati klo bersepeda di trotoar kali ya?

Btw banyak terdapat titik-titik parkiran sepeda di Sydney. Atau mungkin boleh langsung dirantai di tiang kayak gini? Hehehe. Oiya, pejalan kaki wajib berjalan di trotoar, jangan naik turun dr trotoar ke jalan di sampingnya karena beneran deh bus-bus itu mak-werr-werr kalo jalan. Sampeyan bisa kesamber bus yg tau-tau lewat dr belakang (padahal nggak kedengaran suaranya).

!
senja di Kingsford

This pic makes me smile 🙂 This is Kingsford, lebih tepatnya jalan Anzac Parade-Kingsford. The suburb where I used to live for almost a year.

!
waktu pergi sama Abi ke suburb yg bernama Ku-ring-gai

Melipir jauh dari Kingsford. Ini waktu urusan beli barang lewat GumTree, kami berkelana ke Ku-ring-gai. Daerah yg membuat aku senggol-senggolan sama Abi dan berbisik: “Beda jauh ya ama Kingsford? Pasti bule semua. Pasti horang kayah….!” hahahaha… Komentar gak mutu. Maapkan aja deh.

IMG_4847
with one of the pedestrians *nahan ketawa* *gemes*

Ini Musa, qiqiqi. Waktu itu mendung manja, kami ber-4 pergi ke Randwick. Musa bawa payung and insisted on walking with the umbrella wide open meski gerimis pun tidak. Motretin anak orang kalo mukanya nggak keliatan, gpp lah, qiqiqiqi 😉

!
with my friends @ The Rocks

Ini waktu kami ikutan tour gratisan keliling The Rocks (link). Perginya rame-rame, hehehe. Beberapa hari sebelum aku mudik di bulan…. bulan apa nih ya? November atau Desember 2014 gitu lah. Masih agak adem klo sore, padahal udah masuk summer ini. Postingan terpisah ttg tour ini, menyusul 🙂

!
OMG so many blondes!!!

Kalo ini pas siang bolong panas terik musim panas, ikutan tour gratisan keliling City of Sydney (link). Aku pergi berdua sama Onty Ririe. Postingan terpisah ttg tour ini, menyusul 🙂 Btw ini aku beranikan diri memotret para mbak-mbak blonde ini karena aku TAKJUB melihan begitu banyak rambut emas di hadapanku, hahaha. Maklum ya, sini kan warga Kingsford (a.k.a Kampung Asia). JARANG liat bule, bwakakakak…. Sekalinya liat bule, biasanya eykeh heri: heboh sendiri.

======

Oiya, karena foto di postingan ini banyak banget, sebagian besar aku taroh dalam bentuk photo gallery.

Advertisements

Those houses around Sydney

Request dari Mbak Lidya: foto rumah-rumah di Sydney. Wah mbak tau aja kalo aku hobinya motretin rumah orang 😉 . Berikut foto-foto beserta sedikit ceritanya….. Eh tp jangan langsung percaya kalo aku bilang ‘sedikit’, karena ‘sedikit’ versiku, lama-lama menjadi bukit yg sangat besar isinya banyak cerita, hehehe.

IMG_4891

Nah pertama… Kalo nggak salah ini bangunan namanya Warrane College. Salah satu UNSW’s student housing. Student housing termasuk rumah juga kan ya meski bukan landed-house, hehehe. Ada banyak gedung student housing di dalam kompleks UNSW Kensington Campus. Untuk bisa tinggal disalah satu diantaranya juga nggak gampang. Antreannya panjang! Kudu daftar 6-12 bulan sebelumnya.

IMG_3220_2

Ini my second home in Sydney. Namanya The Grand. Ituloh yg balkonnya ada garis kuning, trus di balkon banyak barangnya, hahaha. Kalo di-zoom, kliatan ada troli belanjaku yg polkadot. Foto diambil dari kaca deket lift rumah Musa. Have I told you before that our 2nd home is REALLY close to Musa’s house? Yep, cuma tinggal nyebrang jalan. Waktu itu pas semester 2, aku & Abi sewa kamar di student accomodation yg dikelola oleh agen realestate Sydney Residential yg punya banyak sekali pilihan student accomodation (link). Tapi yg bisa disewa short-term (3-6 bulan) ya cuma The Grand ini thok. Waktu itu aku & Abi sewa cuma untuk 4 bulan.

PD aja aku menyebutnya sebagai RUMAH meski dapur & ruang tamunya share sama penghuni lain, qiqiqi. Di kamar cuma ada kamar + en suite bathroom alias kamar mandi dalam. Sama laundry room persis di depan kamar yg penggunaannya berbagi dengan 4 kamar lain di lantai 2.

We, at least I, really love this cute lil home of us 🙂 Sejak nikah tahun 2008, baru kali ini bener-bener cuma tinggal berdua aja. Next time aku posting foto detilnya 🙂

IMG_6724

Nah kalo ini sih landed-house. Lokasi masih di Kingsford, kayaknya di Forsyth Street. Rumah disini pagarnya pendek-pendek ya? Nggak kayak di Indonesia yg pagarnya bisa setinggi bangunan 1 lantai, hehehe.

IMG_6725

Ini bangunan apartemen berdinding bata ekspos warna merah bata. Kalo diliat dari model dan bentukannya, sepertinya bangunan ini buatan tahun….. 60-70an? 1960 loh ya bukan 1860.

IMG_7061_2

Ini apartemen…. masih di Kingsford, kayaknya sih di Middle Street. Pagarnya agak tinggi, terbuat dari kayu.

IMG_7132

Kembali ke landed-house, masih di Kingsford. Manis ya? Banyak bunga-bungaaaa….. *mendadak pengen goler-goler* Salah satu hobiku, motretin bunga di pinggir jalan, sepanjang aku berjalan kaki. Biasanya sih kalo pas jalan menuju kampus 🙂 Koleksi foto-foto bungaku buanyak sekali 😀 Meski nggak tau apa aja tuh namanya.

IMG_5140

Maap gambarnya blur. Pasti diambil sambil jalan pas mau nyebrang lampu ijo, hehehe. Ini kayaknya apartemen ya. Di pusat kota Sydney. Sepintas kayak somewhere in New York City, gitu yaa…. #iyainAja #biarcepet

IMG_0199

Rumah di deket stasiun. Ntah stasiun mana. Ntah diambil pas mau pergi kemana. Yang jelas perginya sama Abi dan pasti urusan transaksi beli barang di GumTree, hahaha….. GumTree ini situs macam OLX, isinya barang bekas.

IMG_0244_2

Ini, kalo nggak salah, salah satu rumah di Surry Hills (link). Salah satu kawasan gaul yg didominasi oleh bule nih di City of Sydney (ini sotoy aja sih, hahaha…). Unlike Kingsford yg orang Asia-nya buwanyak banget. Yg jelas nggak salah, ini foto diambil dari dalam bus.

IMG_4302

Rumah atapnya seng (yg kiri: warna merah) gitu apa nggak panas ya kalo summer?? Apa hayo bedanya rumah yg kiri dan kanan (selain jenis atap yg dipakai)? Yg kiri punya balkon/teras. Yang kanan (yg catnya peach), balkonnya ditutup dinding kaca; kayaknya sih nyebutnya jadi sunroom ya (cmiiw). Lokasi? Still in Surry Hills, I guess.

IMG_4287

Nah kalo ini…. kayaknya ya…. masih di Surry Hills juga 🙂 Kalo balkonnya rapi begini, my guess, rumahnya bule, hahaha…….

=====

Baiklah, berhubung stok foto di laptop terbatas, maka sekian dulu postingan kali ini. Kapan-kapan dilanjut dengan foto hasil nyomot di album Facebook 😉

Masih tentang belanja this & that di Kingsford

Lanjutan postingan sebelumnya. Sekalian ngomongin tempat grocery shopping lain ya di Kingsford (meski yg dibeli bukan merk Indonesia):

pic from: Ray White
pic from: Ray White. itu gedung yg cat ungu, gedung apartemenku dulu (lebih tepatnya: student accomodation, hehehe). Kamarku yg ada garis kuning, sisi sebelah kiri.

Tokyo Super (nama tokonya) ini idolaku banget terutama pas pindah ke apartemen sebrang rumah Musa (sodaraku yg di Sydney juga). Apartemenku (The Grand, namanya), percis sebelahan sama Tokyo Super dan menurutku lho ya…. Tokyo Super ini menjual telur dengan harga termurah jika dibanding toko lain. Beras juga lumayan murah (kecuali klo dibandingkan dengan Woolies/Coles saat diskon). Trus ada eskrim merk lokal enak, senengannya Abi, one of the best in Australia, namanya Serendipity. Di sepanjang Kingsford, cuma ada di Tokyo Super.  Trus Pringles di Tokyo Super juga sering diskon, hehehe. Itu thok yg murah di Tokyo Super. Lainnya mahal; mending beli di White Lotus atau Randwick Oriental.

Kalo beli sayur dan buah, aku beli di Kingsford Fresh. Si Oom dan cicinya, orang Indonesia. Beli roti tawar? Di supermarket IGA (link), hehehe. Ada beberapa merk roti tawar yg halal disana. Tapi untuk banyak produk lain, wah mahal-mahal banget jika dibanding supermarket kayak Coles atau Woolies; kalo nggak pas ada diskonan, gak belanja di IGA deh kecuali buat beli roti tawar, hehehe. Info produk yg lagi diskon, dipajang di kaca dan bisa keliatan dari luar. Kalo lagi diskon memang lumayan dan worth-it lah untuk dibeli. Eh coba deh klik link IGA yg aku sertakan; asik ada street view-nya bisa diputer-puter 🙂

367-anzac-parade-kingsford-nsw-2032-real-estate-photo-5-large-8612690
pic from: realestateview.com.au

Oiya….. Enaknya di Kingsford Fresh sama IGA ini, lokasinya persis di halte bus tempat aku biasa turun (2 toko ini lokasinya deketan banget). Jadi begitu turun, langsung mampir belanja deh. Kadang kalo mau pergi jalan-jalan, sambil nunggu bus, aku beli apel dulu di Kingsford Fresh (buat nambahin bekal). Nah kalo ke White Lotus ini, turun bus, belok ke kiri. Cuma 30 meteran aja dari halte ya kayaknya, tp kok kadang yo males, hahaha. Butuh effort tersendiri memang klo ke White Lotus ini krn klo dr tempatku tinggal, lokasinya terjauh; tapi tetap my numero uno favorite dong yaaa 🙂

Nah kalo butuh vitamin, obat atau produk kecantikan/perawatan tubuh-muka? Bisa nyari ke Blooms. Ini semacam Guardian /Century gitu ya klo di Indonesia. Harga pasti diatas Chemist Warehouse dan sejenisnya (ada di Randwick; dan Maroubra–arah ke KJRI). Tapi ya kalo kondisi kepepet, beli aja disini. Eh kalo nyarinya obat-obatan Indonesia ya ke White Lotus aja, hehehe; smacam Decolgen, Panadol dan kawan-kawannya itu, di White Lotus rasanya lumayan komplit ya. Penampakan si Blooms, kurang lebih kayak foto dibawah ini. Lokasinya deketan sama Randwick Oriental.

001
pic from: http://gotop.com.au/

Oiya, kalo mau nyari 101 macam peralatan rumah tangga (mulai dari pernak-pernik living room, kamar tidur sampe kitchen utilities), bisa ke Kingsford Discount Shop yg lokasinya berjejer (selisih bbrp toko) dari Randwick Oriental. Ya pokoknya Kingsford Discount Shop, Randwick Oriental dan Blooms ini tetanggaan deh 🙂

IMG_3846

Kingsford Discount Shop ini lumayan lengkap meski nggak bisa dibilang murah-meriah amat (waspada , nama ‘discount’nya menipu hahaha). Banyak barang yg lebih murah kalo beli di Kmart, apalagi IKEA dgn kualitas yg sepertinya lebih bagus. Tapi kalo butuh cepet atau sekedar cuci mata, bolehlah melipir kemari 😀 Aku beli troli belanja polkadot-ku, disini 🙂

IMG_6517

Yuk ah cynnn…… blenjes dulu kita! Kacamata item anti silau dan troli anti rempong, gak boleh ketinggalan dong yaaa!

Belanja produk Indonesia di Kingsford

Makasih ya teman-teman atas sumbangan ide-nya di kolom komen postingan waktu. Postingan kali ini, saya ucapken terima kasih  kepada: Jeung Deny di Belanda atas sumbangan ide-nya dan Mbak Widi di Kingsford atas sumbangan fotonya.

suwun Mbak Wid, foto White Lotus-nya ciamik!
Setelah waktu itu membahas grocery shopping dari sisi berusaha ngirit (link), maka kali ini mau membahas sedikit tentang dimana bisa belanja produk makanan dan minuman merk Indonesia, di Kingsford.  Like I have told you before on my prev post, di UNSW banyak banget mahasiswa Asia (salah satu yg menonjol: dari Indonesia). Ini tentu berdampak pada: di Kingsford (suburb terdekat dari UNSW) begitu mudahnya menemukan orang Indonesia, restoran Indonesia dan minimarket yg menjual produk bermerk Indonesia.

Nah bagi yg merindukan transaksi jual-beli dalam bahasa Indonesia plus tentunya mengonsumsi produk Indonesia (teh kotak, saos sambel, mi instan dll), bisa ke WHITE LOTUS. Kalo foto peta dibawah ini diklik, akan nampak versi besarnya dan keliatan ada 1 lagi toko namanya Randwick Oriental Supermarket (link) yg juga berjualan beberapa merk Indonesia. Tapi kayaknya nggak sebanyak di White Lotus ya? Tetap jadi salah satu favoritku, tapi pertama aku bahas White Lotus dulu aja 🙂

Screen Shot 2015-09-23 at 5.57.23 AM

Awal ke White Lotus, diriku terkesima waktu mendengar engkoh yg punya toko akrab bercakap-cakap dengan para pelanggan, DALAM BAHASA INDONESIA. Yep sejak saat itu aku juga ikutan tanya-tanya pake bahasa Indonesia, hahaha: “Om jual ini nggak? Om tempatnya itu dimana ya?”

Disini aku biasanya beli apa aja? Yah klo produk Indonesia biasanya sih: mi instan (merk Supermi, Indomie, Mie Sedapp, lengkap!), bumbu Bamboe, saos sambel, kecap asin-manis, bumbu dapur bubuk merk Koepoe-Koepoe, snack kayak Astor & biskuit Selamat, pembersih wajah Mustika Ratu; beli Salonpas juga pernah kayaknya sekali pas kepepet (trus melotot tambah sakit kepala pas bayarnya hahaha). Shampo Natur, Molto dll. Pokoknya aku mah tetep setia dengan banyak sekali merk Indonesia deh walo udah hijrah ke Australia 😆

Biasanya aku ke White Lotus buat belanja dan Abi nunggu diluar. Soalnya lorong di tokonya sempit, jadi lebih nyaman Abi nunggu diluar aja. White Lotus ini diapit oleh Bank Commonwealth dan toko barang bekas Vinnies (link). Jadi pas deh: kelar Abi tarik tunai dan serah terima uang belanja ke Istri…. Aku ngacir grocery shopping ke White Lotus. Kelar belanja di White Lotus, kalo ada kembalian gold coin (pecahan $1 dan $2), kadang aku melipir ke Vinnies buat skedar cuci mata atau cari barang bekas apa aja deh 😀 Mulai dari sendok takar buat masak/baking sampe ntah apalagi lah itu yg kubeli di Vinnies, hehehe. Eh ini nemu foto barang bekas yg aku beli di Vinnies, laci plastik buat di meja. Cuma $5, lumayan lah…

IMG_3791_2

Oiya, seperti yg kutulis diatas, aku juga sering belanja produk merk Asia (Thailand atau Malaysia yg halal certified) di Randwick Oriental. Harga sih beti sama White Lotus (beda tipis). Tapi aku suka ke Randwick lbh karena jaraknya lbh dekat dengan tempat tinggal. Beda gak sampe 100 meter sih, tapi nyebrang jalannya itu loh kadang males aku nunggu lampu merah, hehehe.

pic from: https://www.facebook.com/www.randwickoriental.com.au
pic from: https://www.facebook.com/www.randwickoriental.com.au
Di Randwick Oriental biasanya aku beli mie instan made in Thailand/Korea (rasa kimchi dsb), bumbu dapur cair merk Ayam (fish sauce & saos tiram), santan, bakso ikan, mie basah, bumbu masakan merk Asian Home Gourmet, bumbu tomyam kemasan botol, dll. Kalo telur dan beras? Beberapa pegawai di Randwick Oriental ada yg orang Indonesia juga sih.

(bersambung ke postingan berikutnya)

Lebaran Haji 2014 @ UNSW

Halo semua, selamat Hari Raya Idul Adha 2015 ya. Oke, ini sebelum flashback cerita ttg Lebaran Haji tahun lalu, mau cerita ngalor-ngidul dulu.

Percaya nggak klo sebenarnya, Sydney was on the bottom of our list? Well, actually it wasn’t on the list at all, hahaha. Jadi begini…. awalnya waktu milih kampus buat Abi kuliah Master Kungfu, si Istri maunya di Singapura sahaja supaya gampang pulang pergi ples murah ya harga tiketnya. Ternyata nggak ada kampus dan jurusan di negeri Singaparna yg sesuai dengan kemauan dan kemampuan Suami.

Coretlah Singaparna eta tea. Papahku bilang: Kok nggak ke Ameriki aja? Murah lho biaya hidup disana. Hmmm…. Ameriki dan Yurop…. Nggak bisa Singaparna aja ya? *Istri tetteup kekkeuh* *kekkeuh nyari yg deket* Akhirnya pilihan nomer 2 jatuh ke? Brisbane. Seneng banget si Istri, not too far from home and Brisbane looks really nice 🙂 Sayang sungguh sayang, hasil tes IELTS sampe 2x kok nggak mendukung kami untuk hijrah ke kampus di negeri kangguru. Pilihan nomer 3 jatuh ke: Manchester. Or somewhere in Scotland. Tap tap tapi….. KAN JAUH…. 😦

Kemudian, ikut tes IELTS lagi-lah kali ke-3 (ikut 4x mungkin bisa dapat payung fantasi dan piring warna-warni) dan akhirnya LOLOS….. bisa kalo mau ke Melbourne (tapi bukan UniMelb). Brisbane gimana? Terpaksa dicoret dari list karena ternyata nggak sesuai dengan kemampuan Suami. Tapi yg kampus yg di Melbourne kok dikirimi email, nggak ngebales-bales ya? Apa karena kami lupa menyantumkan prangko balasan dan kata pepatah di akhir email: “4×4 = 16, sempat tidak sempat harus dibalas” ??

Pas lagi galau, sempet desperate mikir, boleh nggak ya kalo beasiswanya buat di dalam negeri aja? SBM ITB (School of Business and Management) sounds good, biar Abi bisa satu almamater sama Mamak Sondang, bhahahaha…… #penting #kanAkuSayangMamakku

Tapi ternyata….. nasib baik pasca bolak-balik gagal tes IELTS plus email dicuekin kampus di Melbourne, membawa kami ke Sydney. Yang bener-bener membuat aku bengong: KOK TAU-TAU KESINI? Eeeeh ada sodara pulak di Sydney (sebut saja mereka: Musa’s Family), rumahnya DEKET pulak sama kampus.

Awalnya kukira Papa Musa basa-basi waktu bilang rumahnya deket UNSW. Kirain ya… kayak dari tempat tinggalku di Surabaya, ke kampus Abi di ITS gitulah. Ya deket, deket sih…. Naik motor 15 menit lah. Ternyata beneran rumah Musa deket UNSW, jalan kaki cuma 15 menit, hahahaha. Alhamdulillah, rejeki emang nggak kemana.

Dan disinilah Abi bersekolah Master ala Mamah Dedeh Corbuzier selama 2 semester:
IMG_1300_2

Pas Abi baru masuk sih, namanya masih ASB (Australian School of Business) trus pas Abi udah mo lulus, namanya ganti jadi UNSW Business School. Hmmm nama ASB UNSW masih miriplah sama SBM ITB…. *maksa* 😆 Eh menurut gocip-gocip yg beredar, suaminya Mamak Sondang juga sempet mempertimbangkan loh kuliah di UNSW. Tapi trs nggak jadi. Yah Mak…. hampir jodoh ya keluarga kita satu almamater… *MAKSA BANGET* 😆

IMG_7036
dahulu namanya adalah Australian School of Business

Baiklah…. berikut adalah foto Suamiku yg kupaksa nampang deket plang (senyumnya kliatan agak kurang ridho):

IMG_1302

Di Hari Raya Idul Adha….. Kami berjalan berdua dari apartemen tempat tinggal kami saat itu di The Grand yg lokasinya bener-bener percis-cissss sebrangan selemparan tali kolor dari Rumah Musa. The weather that day was perfect! Sisa-sisa kesejukan musim dingin masih berhembus meskipun sudah bulan Oktober (it was already Spring, tho). Foto ini dijepret pas otw ke lokasi sholat Iedul Adha di dalam kampus UNSW. Abi menyengajakan supaya kami berdua melewati gedung tempat Abi kuliah yg sering diplesetkan menjadi Asian School of Business karena mayoritas mahasiswa-nya adalah orang Asia, hahahaha.

Oiya UNSW juga sering diplesetkan menjadi Universitas Negeri Solo Wetan saking akehe wong Jowo nang kono. Kalo antara autumn 2014 sampe autumn 2015 kalian berada di UNSW dan mendengar ada 2 orang mbak-mbak bercanda-tawa (ngrameni kampus) dengan logat Suroboyoan yg sangat kental (apalagi mbak yg berjilbab), maka 80% bisa dipastikan itu adalah aku dan temanku si Ibu Vita 😆

Kembali ke sholat Ied. Sholat Ied diselenggarakan di gedung John Niland Scientia Building (aku wudhu dari rumah). Gedungnya bagus dan modern. I can’t believe that I never snapped that whole building with my iPhone, adanya di kamera Abi. 2 foto berikut aku pinjam tanpa ijin dari website UNSW:

1scientiaexterior_enlarged5

Tampak luar.

scientia10

Tampak dalam.

Dan ini tampaklah tampang 4 orang dari segelintir jamaah multi-nationalities yg sholat di John Niland Scientia Building, pada Lebaran Haji tahun lalu.

IMG_1314

Dari kiri ke kanan: Mbak Tita (arek Suroboyo), Mbak Empunya Blog (wes jelaslah Bonek Asli), Mbak Widi (cah Yujo) dan Ibu Vita (iki yo bonek pisan dosen lho, beberapa muridku di SMA pernah diajar beliau). Btw pada megang mangkok isi makanan? Iya, kelar sholat, para jamaah dari negara masing-masing pada bawa makanan buat dibagi-bagikan. Soale sunnah’e sholat Iedul Adha kan untuk tidak makan sebelum sholat Ied selesai. Jadi mungkin makanan ini dimaksudkan buat ‘berbuka-puasa’, gitu ya?

IMG_1351_2

Sebagai bonus buat kalian yg sudah tahan membaca postingan ini dari awal sampe akhir, saya persembahkan wajah 2 orang Bonek Suroboyo yg akhirnya mendarat manis di UNSW; ini pas foto diambil, malah Abi udah hampir kelar kuliahnya. Fotone apik, soale nggak ngeblur dan Suamiku tersayang mau SENYUM. Ya, soale yg motret bojone Bu Vita. Ntah mengapa kalo yg motret beliau, hasile mesti apik. Coba kalo aku yg njepret selfie berdua, udah mau liat kamera aja udah bagus ni laki satu 😆

========

As quoted from (here):
John Niland Scientia Building (G19)
Library Walk
Gate 11, Botany Street
Kensington, 2052

Getting there on foot:
From Botany Street Car Park – take the western exit, walk along Library Walk, pass through the glass doors and across the Scientia Lawn. The entrance is on the right of the stair
From Anzac Parade – make your way directly up the University Mall. Once reaching the top of the stairs, the entrance is behind and to the left
Parking:
Enter through Gate 11, Botany St. Park in multi-level parking station. Parking charges apply on weekdays.

Any request?

Ada request gak untuk topik postingan di blog while in Sydney? Anything. Well, almost anything 😀 Just tell me what you want me to write here.

*lagi agak mati gaya*

Pengajian KPII Sydney

Bismillah. Copas & edit seperlunya dari postingan Mbak Sukar Mida di grup FB KPII-Sydney:

Assalamualaikum..

Sabtu tgl 5 september, besok, akan ada pengajian keluarga & yg belum berkeluarga😀

Pukul 10.00 sd 13.00
Tema: Tadabbur Alquran
Oleh Ust.Yudi.

Di mushalla Kampus UNSW Square House lantai 3. Kensington
Tolong ajak teman teman se banyak banyaknya. Inshaa allah kita Zuhur n lunch BERJAMAAH.
Semoga rame yang datang d pengajian besok. Aamiin.
Syukran jazakumullah khairan katsir.