Libraries

IMG_3249.JPG
Going to the library, borrowing books…… It somehow makes me feel smarter. Although the secret is: I havent finished any of those 5 books & 2 magazines. I just read half of them and then I just keep renewing it again and again. Trs gmn dong ya? Termyata emg hobiku bukan membaca buku. Ini baru pinjem buku n majalah lg, tp cm dipoto trs dijadiin bahan postingan….. *lah pegimane?!?*

Padahal buku itu sama kayak parasut. It is only useful when you open it. Same thing applies to your mind. If you dont open it, then it’s useless. Meski jangan juga open your mind trs jadi menerima ajaran yg nggak-nggak macam JIL gitu ya. Tetep ada limitnya.

Ini postingan ada tendensi untuk melantur kemana-mana klo nggak segera distop, hahaha. Yastralah. Enjoy the rest of the day, people! *kissous*

======

Info seputar libraries di City of Randwick:

Ada 3 public library di City of Randwick. Aku biasanya ke Bowen, deketnya Pacific Square. Kalo mau kesana, naik bus apa aja dari sebrang IGA Kingsford (kecuali L94,400,410 dan X94) dan turun di sebrang library. Naik 400 dan 410 bisa tapi turunnya di deket Sevel Maroubra Rd trs jalan kaki yah ga sampe 5 menit sih. Pulangnya kearah Kingsford, depan Bowen percis ada halte bus dan semua bus berhenti disini (kecuali L94,400,410 dan X94).

Oiya, disini juga ada free classes for balita tapi sebelum join, kudu daftar dulu. Cek aja langsung ke library untuk tau jadwalnya. Bisa pinjem mainan juga, asik kan? Hari Minggu buka loh (kecuali yg Malabar), jadi daripada bete di rumah tapi males jalan-jalan, ngeLibrary aja. Cara daftar jadi member? Bawa ID card (paspor) dan surat tagihan yg menunjukkan nama dan alamatmu disini (misal: tagihan Medibank, listrik, dll). Kalo bawa paspor doang, bisa jadi member tapi gak boleh pinjem buku. Buku bisa di renew/perpanjang via online [link]. Kalo cuma mau datang dan baca di tempat sih ga usah daftar jadi member 🙂

Comot info dari sini [link].

Bowen Library and Community Centre, Maroubra

Location : 669-673 Anzac Parade. Maroubra, NSW 2035.
Opening Hours
Monday – Friday : 10am – 9pm
Saturday : 9.30am – 4pm
Sunday : 12 noon – 4pm

Margaret Martin Library, Randwick.

Location :Level 1, Royal Randwick Shopping Centre. Randwick NSW 2031
Kesini kalo dari Kingsford, naik bus 400 atau 410.
Opening Hours
Monday – Wednesday, Friday: 9.30am – 6pm
Thursday : 9.30am – 7pm
Saturday : 9.30am – 4pm
Sunday : 12 noon – 4pm

Malabar Community Library, Matraville.

Location : 1203 Anzac Parade. Matraville NSW 2036
Opening Hours
Monday : 10am – 7pm
Tuesday – Friday : 10am – 5pm
Saturday : 9.30am – 12 noon
Sunday : Closed

Advertisements

Kuliah di Sydney? Mmmm bukan. Di Kensington.

Dengan berbekal pengetahuan yg baru sedikit, aku akan berusaha menjelaskan tentang Sydney. Jadi tempatku tinggal, itu namanya Kingsford (kodepos: 2032). Ya macam kelurahan gitulah, gampangannya. Kampus Abi, UNSW berada di kelurahan sebelah Kingsford yaitu Kengsington (kodepos: 2031). Nah Kingsford dan Kensington ini jika diibaratkan sebagai kelurahan, maka mereka berdua berada dibawah lingkup kecamatan. In this case: City of Randwick.

City of Randwick ini merupakan salah satu suburb dari Sydney. Yang sebenarnya disebut sebagai Sydney ya City of Sydney (kode pos: 2000) alias Sydney CBD (central business district) alias city. City of Randwick punya semacam walikotanya sendiri, ya kayak Jakarta Pusat-Timur-Selatan dll kan each ada walikotanya sendiri-sendiri.

Tapi klo ditanya orang: “Tyka tinggal dimana?” -ya aku jawab aja Sydney. Ya walo dalam hati kutambahin sih: “Sydney’s eastern suburb,” 😀 Makanya kampus Abi kan namanya UNSW alias University of New South Wales. Karena lokasinya memang bukan persis di Sydney-nya tapi di area NSW (New South Wales).

So, nggak usah heran kalo tinggal di Kingsford/Kensington trus alamat rumah kalian, nggak ada tulisan ‘Sydney’-nya. In my case, misalnya: 22/309 Anzac Parade, Kingsford. New South Wales, 2032.

Kalo mau kuliah di Sydney itself, bisa coba ke University of Sydney atau UTS 🙂

Periksa ini-itu di klinik kampus

20140603-115436-42876936
sarapan di pinggir lapangan, persis diluar klinik UNSW

 

Jadi ceritanya. sekitar sebulan yg lalu, aku denger cerita beberapa Kingsford mommies, klo mereka memanfaatkan asuransi yg udah dibayar (wajib beli asuransi sebelum dapet visa) dengan cara cek darah, pap smear dll. Diriku pun tergoda untuk cek-cek darah juga. Mbak R dan Mbak W malah cek darahnya khusus untuk program kehamilan karena mereka udah ancang-ancang untuk anak kedua. Yowes, diriku pun janjian ama Mbak S untuk ke dokter di hari yg sama. Supaya klo pas Mbak S di papsmear, ada yg megangin anaknya. Oiya ini Kingsford Mommies udah pada ber-toddler, rata-rata usianya 24 bulan gitu deh anaknya. Hampir atau udah lewat dikit 2 tahun.

2 minggu yg lalu aku klinik untuk buat janji. Harus bikin janji dulu minim sehari sebelumnya, untuk bisa bertemu dokter. Kecuali kalo gawat darurat ya. Aku ga punya preferensi nama dokter, cuma minta dokter perempuan. Lalu aku dikasi jadwal tanggal 28 Mei dengan dokter Kathryn Medynski.

Pada tanggal yg ditentukan, 20 menit sebelumnya aku udah cuzz ke klinik. Mesti nyampe klinik lebih awal karena ada form yg kudu diisi, soalnya aku pasien baru. Dan paling lambat, kalo mau cancel, 4 jam sebelum jadwal yg ditentukan. Kalo nekad gak datang tanpa cancellation 4 jam sebelumnya, dicharge $40 deh. Wew……. Pas dateng, ambil nomer antrean. Dan pas pulang juga laporan (sign out) ke resepsionis-nya sambil nunjukin kartu asuransi.

Next…….

Akhirnya bertemu bu dokter yg ramah sekali, alhamdulillah. Can I take you home to Surabaya, please bu dokter? 😀 Trus ditanya-tanya riwayat kesehatan apa, tujuan bertemu dokter untuk apa. Ya kujelaskan klo aku pingin papsmear, cek darah untuk kolesterol dan teman-temannya plus mau program hamil. Lalu ditanya udah nikah berapa lama dan so far udah melakukan apa aja (untuk bisa hamil).

Btw dokter Kathryn ini dokter umum lho. Dan disini emang rata-rata ga gampang untuk bisa langsung ke dokter spesialis; nggak segampang di Indonesia kan. Semua dokter di klinik UNSW ini dokter umum. Dokternya Abi laki-laki, namanya dr.Richard Kok Ng. Beliau juga baik dan informatif sekali. Very informative malah dan calming. Alhamdulillah kami berdua dipertemukan dengan dokter yg baik selama disini. Oiya satu lagi dokter favorit teman-teman disini: dr.Crystal. Dan beberapa kali aku ke klinik, pulang-pulang bukannya dibekali resep, tapi dibekali print-an artikel kesehatan sesuai apa yg barusan kami diskusikan. Gak pernah aku disuruh beli obat. Disuruh olahraga, makan yg bener dan paling banter disuruh beli vitamin doang.

Btw tes-tesnya beneran gratis. Kita cuma nunjukin kartu asuransinya aja. Kalopun ada yg harus bayar, sebelum menulis surat pengantar ke Lab (labnya jadi satu juga dengan klinik), dokter bakalan ngasih tau kok apakah dicover apa nggak. Kalo ada yg kudu bayar sendiri, surat tagihan dikirim ke alamat kita trs kita bayarnya bisa lewat kantor pos 😀 Bawa surat tagihan ke kantor posnya ya. Waktu itu pernah, Abi tes something dan kudu bayar; dia bayarnya sih cash. Gitu deh.

=========

Health services at UNSW

Location: Ground Floor East, Quadrangle Building, UNSW
Telephone: 9385 5425 Fax: 9313 8520
Email: unihealth@unsw.edu.au

We are here to provide a quality health service to the students, staff & visitors of UNSW. Students are our priority and our doctors, nurses and administration staff are non- judgemental and have a special interest in youth health. General practitioners and specialists operate their own practice within the facility, which is managed by UNSW.

 

>> bikin apointment selain lewat telpon, bisa lewat aplikasi di iPhone. Namanya appointuit. Ada juga versi webnya disini [link]

Sydney kembali mendingin

“Sydney to register hottest May day in 95 years with temps tipped to hit 28C as May ‘heatwave’ lingers,” [link]
“This autumn was also Sydney’s mildest, adding to last year’s record warm winter and spring and making the past 12 months the city’s hottest in 155 years, Weatherzone says,” [link]

1Juni1_1
Maghrib at Anzac Parade. Kingsford, Sydney. Few days ago

 

Setelah beberapa kali kubahas di blog maupun socmed tentang bagaimana suhu di Sydney kembali menghangat laksana musim semi (bahkan pernah malam-malam sumuknya kek macam musim panas– walo tetep lebih adem daripada di Surabaya sih ya, hehehe). Maka hari ini Sydney kembali mendingin. Mungkin pengaruh hujan juga kali ya. Dan seminggu kedepan pun diprediksi bakalan sering hujan. Which means suhu udara bakalan tetap belasan dercel (derajat celsius)?

Malam ini, menurut termometer di Path, suhunya 14 dercel. Suhu terdingin sepanjang tahun, diperkirakan di bulan Juli.

Senja jingga. Sydney. Today.
Senja jingga. Sydney. Today.

Anyway baswey……. langit sore tadi indah banget. Warna jingga-nya keluar semuahhhh… Stunning view!

Berhari Minggu di UNSW main library

Akhirnya Abi mengabulkan requestku dari beberapa saat yg lalu, untuk diajak ke perpus kampus. Weekend perpus tetep buka lho. Dan kalo pas musim ujian? Alamak ramenya!

naik ke main library di upper campus
naik ke main library di upper campus

Itu gedung yg ada tulisane UNSW, lha itu dari jalan utama di Anzac Parade, naik nanjaaaaak terus. Aku capek, hahahaha.
Istri: *menggos-menggos*… Ho ma hen…. Ho ma hen… (baca: hold my hand *Musa style*)
Suami: Ya gini ini kalo kegendutan. Naik gini aja nggak bisa. Gini kok mau ke Ranu Kumbolo…. *trus nyanyi soundtracknya 5CM*

library lawn
library lawn

Nyampe perpus, kok orang-orang pada duduk-duduk santai di depan perpus, lesehan. Eh masih jam 10 kurang. Perpus buka jam 10 tet.
Suami: Itu lingkaran buat apa?
Istri: Quidditch.
Suami: Lha kan ada tulisannya ‘no ball games’!
Istri: (bolanya) ditendang gak boleh. Dilempar (dan dipukul) boleh.

welcome to 327
welcome to 327

Di UNSW, ada banyak spot-spot berupa area semi-tertutup kayak gini, atau yg berupa ruangan tertutup kaca. Gunanya buat? Buat belajar kelompok. Tapi harus booking dulu ya. Dan untuk area kayak yg kami booking ini, minimal orangnya kudu 2. Area kayak gini ada DVD player ples TV-nya. Tadinya mau memanfaatkan TV ini tapi Abi lupa mo bawa Chromecast-nya buat dicolokin di TV.

colokan everywhere
colokan everywhere

Kalo area ini sih lebih untuk individual kali ya? Ya belajar kelompok juga bisa kalo berdua berjejer. Tapi kursinya kayak kurang nyaman. Tapi kursi ngga penting. Mau tau apa yg penting? COLOKAN! Hahaha. Di UNSW Main Library ini, colokan bertebaran dimana-mana.

cozy orange area
cozy orange area

Tempat duduknya juga macem-macem kalo disini. Ada yg nongkrong model gini, atau sofa tanpa meja, ada yg berupa meja komputer (sebagian postingan ini diketik di komputer kampus, hihihi, login pake username Abi).

login kudu pake username abi
login kudu pake username abi

Jadi inget jamanku kuliah dulu. Lab Komputer akses terbatas (kudu antre plus lelet pulak kan).

wow besar ya layarnya
wow besar ya layarnya

Wuhuuuu lebar- besar nian, kakaaaak! *ndeso*

hi from us!
hi from us!

Sepanjang ngenet di komputer yg bersebrangan sama tempat duduk Abi, rasanya rada ga tenang. Kuatir kalo ada yg liat Abi cuma duduk sendirian, trus Abi disuruh pindah tempat (ya karena minimal 2 orang kan, kayak yg kutulis diatas). Dan maksimal penggunaan sih cuma 1 jam emang ya. Ntahlah itu satu jam/komputer dan bisa pindah ke komputer lain, apa gimana, hihihi. Benernya sih aku bawa laptop sendiri. Karena emang niatnya disini mau ngenet. Tapi pengen aja pake komputer yg layarnya lebih besar, hehehe.

Ngobrolin tentang cuaca (dan aplikasinya)

This morning in Sydney:

5JuniThanks to the rain, it’s getting cooler again here in down under. Setelah melewati the warmest May in Sydney’s history (yg disyukuri oleh pendatang dari Asia tenggara macam aku ini, hihihi) minggu ini merasakan lagi deh suhu udara belasan dercel. Alhamdulillah dingin kyk pake AC 🙂

Waktu masih di Surabaya, apa aku sesering ini ngobrolin ato mbahas tentang cuaca? Koyoke kok nggak yo? Probably karena udah bertahun-tahun seumur hidup biasa sama either musim panas ato hujan. Paling ya ngebatin aja dalam hati: “Udah bulan ini kok masih hujan? Tahun lalu, di bulan-bulan ini udah masuk musim penghujan.”

Semenjak disini, jd sering ngebahas cuaca, suhunya berapa, kata weather forecast bakal ujan dan ujan jam berapa? Trus anginnya dingin apa nggak, jemuran bisa sehari kering kah….. ini jemuran kayaknya udah kering tapi dipegang kok masih dingin kenapa? Krn kena angin apa emang belom kering? Yah UUJ gitudeh eykeh: Ujung-Ujungnya Jemuran, hihihi.

Dulu pas SMP pernah dikasi tau klo icebreaker (topik pembuka obrolan) diluar negeri, salah satu yg paling favorit adalah nyeletuk tentang cuaca.

“It’s true! British people often start a conversation with strangers and friends by talking about the weather. As weather is a neutral topic of conversation, it’s usually safe to use it to strike up a conversation – at the bus stop, in a shop, or with a neighbour over the garden fence.” -quoted from: (link).

Dulu sih gak percaya ya. Tapi setelah merasakan tinggal di luar negeri macam Oz ini, memang nyatanya menarik sekali setiap hari membahas tentang cuaca, hehehe. Oiya, bagi pengguna smartphone, download dong aplikasi weather forecast di HPnya. Buatku yg sedang tinggal di Sydney, nyarinya yg komplet dengan informasi: suhu udara perjam selama sehari (plus apakah sunny, cloudy, raining or even thunderstorm?), berapa kecepatan angin, chance of rain berapa persen, dan ramalan cuaca beserta suhu terendah-tertinggi sampai seminggu kedepan.

Bisa klik [link] atau [link] untuk baca short reviewnya. Punyaku di iPhone sih, tulisane powered by Yahoo!

Vivid Sydney

Kalo menurut situs resminya, Vivid Sydney adalah: “Vivid Sydney is a unique annual event of light, music and ideas, featuring many of the world’s most important creative industry forums, a mesmerising free public exhibition of outdoor lighting sculptures and installations, a cutting-edge contemporary music program and the spectacular illumination of Sydney’s iconic architecture including the sails of Sydney Opera House.

Vivid Sydney is where art, technology and commerce intersect.“

Kalo kata ndu.t.yke: “Vivid Sydney adalah tambahan alasan untuk menikmati Sydney di malam hari. Parade lampu warna-warni, musik (yg agak aneh)…..” -well, I just dont get it. Kalo teman lain pengen menikmati Vivid Sydney lebih dari 1 malam, maka bagiku cukup semalam saja hehehe. Alhamdulillah, justru yg kunikmati adalah the rest of the view (diluar permainan lampu dll). Pemandangan kota Sydney di malam hari, tall modern buildings yg berdampingan dengan bangunan tua….. Keindahannya, masyaalloh…. sungguh membuatku senyam-senyum sendiri 🙂 🙂

welcome to vivid Sydney
welcome to vivid Sydney

Awalnya ngeliat ini. Kerlap-kerlip lampu warna-warni dengan musik disko. Cakep, Path-able. Kok aku malah pusing dengerin lagunya, hihihi.

my eyes! my eyes!
my eyes! my eyes!
the famous breath-taking Harbour Bridge
the famous breath-taking Harbour Bridge

Dulu sebelum berangkat kemari, pernah sekali majang hasil karya orang, foto jembatan ini dijepret di malam hari. Kupandangi keindahan foto itu. Alhamdulillah kok bisa melihatnya sendiri, langsung….. Jepret deh, hehehe.

the popular hashtag of the month
the popular hashtag of the month

The number one hashtag in Sydney these days?

my husband
my husband

Kelar melihat parade lampu di Vivid Sydney, jalan kembali ke kantor Kakak Tuan Rumah. Mobil diparkir disana. Justru pemandangan gedung-gedung tua di sepanjang berjalan kaki inilah, yg membuatku bahagia, hehehe.

not my husband
not my husband

Maap yak mister. Permisi loh, ikutan kejepret.

such a pretty view
such a pretty view
old buildings
old buildings

“Maintaining our past. There are many beautiful buildings and landmarks within the City of Sydney that need to be treasured for future generations. The City has many systems and projects in place to ensure our rich heritage is preserved.”

Red telephone box
Red telephone box

Si Abi kusuruh pose disini, nggak mau, hihihi. “Ayo Bi foto disini. Biar dikira lagi di Inggris!” “Nggak ah, elek ngene….” 😆 iya deh yg udah ngantuk, lagi kurang mood.

From Wikipedia, the free encyclopedia

An example of the most common red telephone box model (K6), photographed in London in 2012
The red telephone box, a telephone kiosk for a public telephone designed by Sir Giles Gilbert Scott, was a familiar sight on the streets of the United Kingdom, Malta, Bermuda and Gibraltar. Despite a reduction in their numbers in recent years, the traditional British red telephone box can still be seen in many places throughout the UK, and in current or former British colonies around the world. The colour red was chosen to make them easy to spot.

From 1926 onwards, the fascias of the kiosks were emblazoned with a prominent crown, representing the British government. The red phone box is often seen as a British cultural icon throughout the world