Starting my book review : Pat the Bunny

Dalam rangka menambah jumlah postingan, supaya nggak cuma 4x sebulan, maka insyaalloh akan ada kategori baru di blog ini, yaitu children book review. Bukunya ya buku bekas hasil perburuan di BKM.

Tujuan nulis review, supaya ada pecutan untuk membaca buku-buku tsb, jadi nggak dianggurin aja setelah dibeli, hehehe. Setelah dibaca kan aku jadi bisa menilai apakah buku tsb cocok dengan nilai-nilai yg aku anut & coba terapkan di keluargaku. Misal: klo di buku tsb ada adegan princess ciuman sama prince-nya ya kemungkinan besar, in the future, I wont read that book for any kids.

Okay then. My 1st review will be about this book I bought for only 20cent. Harga aslinya (pas masih baru) sih $6 ya. Trus diskon jadi $3. Trus dijual second ke aku seharga 20cent perbuku kecil, atau beli borongan: $1 dapet 5 buku.

Pat the Bunny: On the Playground.

Buku dengan cover yg anak bisa menyentuh semacam bulu kelinci (si Pat ini) di covernya. Trus isinya ya tentang Pat si kelinci yg hendak main di playground! Wow! Hobi/aktivitas yg lazim dilakukan sejak anak usia toddler.

Trus halaman demi halaman, menceritakan  apa saja yg bisa dilakukan saat berada di outdoor playground: naik kereta yg ditarik (wagon; apa ya bahasa Indonesianya?). Fly a kite, ride a bike, bikin istana pasir (huh? Di sandbox kali ya?). Atau menjatuhkan kelereng. Trus bisa dong aku ntar skalian bilang ke anak yg kubacakan bukunya: kalo main pasir, jangan dimakan ya pasirnya. Nggak boleh juga pasirnya dilempar ke wajah temannya. Trus kelerengnya diambil satu-satu klo sudah selesai main. Next activities: bermain bola. Daaaaan kemudian pulang ke rumah, drive home safely in our car (gitu tulisannya).

A very simple book, halamannya hardcover dan full color. Kadang kalo aku bacain buku buat anak kecil, sekalian mancing-mancing vocabulary-nya dia: wow look at the bunny, is it a blue bunny? Wow the wagon is very nice, what color is that? How many wheels can you see? Dsb dll.

Baiklah. Sekian review buku pertama di blog ini, hahaha. Udah gini doank krn emang bukunya cm bbrp halaman aja. Okelahhhh….. See you on the next book review!!

Advertisements

Main-main ke La Perouse

daftar nomer bus yg menuju La Perouse. L94 cuma berhenti di sebrang IGA Kingsford dan X94 ga berhenti sama sekali krn express. Selain 2 itu, berhenti juga di halte deket Middle St

Pada suatu hari, tepatnya di 30 Maret 2014 (iya maap ini blog isinya flashback story semua karena penulis sudah balik ke tanah air, hehehehe). Hari yg cerah, adem…. Tapi terasa begitu sepi di hati akibat seisi rumah Musa pada pulang ke Indonesia. Aku dan Abi memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke La Perouse. Setelah paginya didahului dengan driving di Moore Park.

y1: halte saat tiba di La Perouse. y2: halte klo hendak meninggalkan La Perouse.

By the way, it’s soooo incredibly cheap to play golf in Australia! Bisa sampe 1/10 dari biaya di Indonesia bahkan bisa gratis lho *lirik Abi & Papa Musa*. I’ll write about this probably, later (kalo moodnya tlah tiba), setelah mewawancarai Suami saya sebagai narasumber 😀

red pin: halte bus. X1: area rerumputan untuk piknik. X2: Frenchmans Bay beach.

Kami disana cuma sebentar, nggak sampe sejam. Niatnya mau makan disana tapi nggak nemu tempat makan yg halal. Ada fish and chips tapi kuatirnya adonan tepungnya dicampur beer, jadi manalah bisa kami menyantapnya kan? Biasanya ditulis kok jelas-jelas apakah mereka jualan beer-battered apa nggak. Jadi cuma tengak-tengok pemandangan, foto-foto, intip pantainya bentar, trus ngejar bus berikutnya yg membawa kami kembali ke Kingsford. Nyampe rumah, hati terasa hampa karena rumahnya kosong, hahaha. Biasanya pulang kan disambut Musa yg berteriak: “Tanthe Ticha!”

Later on, beberapa bulan berikutnya setelah Musa sekluarga balik ke Sydney, aku & Kingsford Mommies (& kiddos), pergi piknik di area X1. Setelah hampir 2 jam, barulah pindah ke pantainya di X2. Nice small beach, tanpa ombak– jd relatif aman buat anak piyik-piyik. Dan ada tempat bilasnya juga 🙂

Oiya, La Perouse ini menyediakan banyak tempat untuk different activities selain piknik dan mantai; pantainya juga ada 2 tapi yg satunya lagi, aksesnya agak melelahkan karena naik turun tangga (susye ye bawa-bawa strollernyeee….). Bisa scuba diving, ke museum, intip-intip Bare Island Fort, foto-foto di deket Customs tower biar berasa di UK (hahaha) atau kalo mau pose pre/pasca-wed juga bisa karena banyak loh yg foto pre-wed dimari lengkap dengan gaun pengantin dan tim fotografernya.

Browsing aja untuk info lebih kompletnya. Misalnya, bisa klik wikipedia. Yastralah…. Sekian saja postingannya. Mari kita tutup dengan foto-foto. Click to see bigger pics:

Berkunjung ke UNSW’s upper campus

Pada suatu hari di musim gugur 2014, si mahasiswa baru, mengajak Istrinya ke kampus barunya. Specifically untuk makan kebab dan mampir melipir ke perpustakaannya yg keren banget itu (postingan sebelumnya ttg UNSW Main Library -> link). Kami naik ke Upper Campus, melewati UNSW main gate (gate utama) di Anzac Parade. Dan sang Istri tentu terkagum-kagum melihat bangunan di UNSW yg jadul.

Kalo mau ke upper campus, bisa lewat beberapa titik. Dari bawah, lewat main gate di Anzac Parade (mungkin naik bus turun di halte), naik sampe upper campus butuh sekitar 10 menit. Kalo mau naik bus turun langsung di upper campus, bisa turun di halte High Street. Ada beberapa bus: ada bus 400 dari arah Rockdale- Airport- Eastgardens Mall- Anzac Parade- High Street. Dan 400 dari arah sebaliknya (Bondi Junction). Bus M50 dari city (atau arah sebaliknya, dari Coogee Beach). Bus 370 dari arah city juga lewat High Street. Dan bus 895 UNSW express dari deket Central Station.

Klo weekdays mau ke IKEA Tempe, bs naik bus 348 dari halte di High Street lho; turun di halte persis depan IKEA. Atau mau berkelana ke King Street, Newtown? Naik bus 370. Mau ke Darling Harbour atau menyebrang 2x jembatan untuk shopping di Birkenhead (macam FO) bs jg naik M50 drsini.

Foto ini, tone autumn-nya dapet banget gak sih ini? Kalo ngeliat foto ini, jadi rindu betapa adem semilirnya hawa di Sydney saat musim gugur 🙂

UNSW’s upper campus. Itu main library-nya UNSW yg ada tulisan UNSW-nya. Ntahlah total berapa lantai, yg jelas more than 5. Banyak sekali spot nyaman buat belajar dan tiap spot/kursi, tersedia colokan sendiri-sendiri. Asik kan? Ada wifi-nya juga dong chenchu, tapi kheseus mahasiswa dan mereka gak boleh download yg ilegal-ilegal ya. Kayak drama Korea, gitu, ndak boleh, hahahaha…..

Yummy kebab 🙂 Kelar dari library, ke kantin deket library. Ada beberapa booth yg jual halal food: kebab (dan kawan-kawannya) dan satu lagi booth Indian food. Hari itu aku beli kebab. Harga kebabnya skitar $7, kentang goreng $4. Minumnya mending bawa sendiri dan kalo habis, isi ulang di kampus aja. Kalo beli, sebotol 600 ml harganya skitar $2. Kebabnya ini gede banget lho, bisa untuk 2x makan. Ada juga paket hemat $5 isinya kentang goreng dan ayam sepotong lumayan besar (1/4kg). Bisa tambah gravy.

Tp yg jelas: nggak sedia saos tomat/sambel. Jd bawa sachetan sendiri, beli di White Lotus, hehehe.

(pura-puranya) Mahasiswa yg mejeng di depan library. Udah pantes blom? Hahaha. Sebelom pulang, melewati library lagi dan Istri minta foto. Oiya di belakang Istri ada tulisan Keep clear- Disabled area, itu akses untuk mereka yg memakai kursi roda.

Ke BKM yuk? Yuuuuk!

Setahun yg lalu, udah nulis juga tentang BKM disini. But in a short, BKM (Baby & Kids Market) itu adalah semacam bazaar yg berjualan barang-barang kebutuhan bayi dan anak, second-hand/pre-loved (alias: bekas). Mulai dari baby-box, stroller, sepeda, mainan, baju, buku dll. Ada sih beberapa booth yg berjualan barang baru, tp jarang.

Lokasi dan jadwal komplet BKM bisa dilihat disini. The next schedule for BKM at Five Dock ada ntar 17 Mei 2015.

Oiya, bawalah banyak koin dan jangan lupa troli belanjanya 😀 Koin 20-50 sen, 1-2 dollar. Karena klo buku anak, ya harganya sekitar segituan. Jadi enak klo bayar uang pas. Bawa kresek (tas plastik) juga karena kadang mereka nggak sedia kresek.

shopping trolley full of books!

Selama setahun di Sydney, aku total ke BKM kayaknya 3x ya. Semua yg BKM di Five Dock krn itu yg paling dekat dari Kingsford. Awal belanja (pas kedatangan pertama), ngabisin ga sampe $10 tapi cuma dapet 2 buku ttg pregnancy dan parenting, hehehe. Maklum, masih rookie. Belom tau klo ternyata harga buku bekas bisa as low as 20cents. Iya! 20 sen alias berapa tuh klo dirupiahkan? 2ribu? Buku anak kecil-kecil tipis-tipis, 20-50sen/buku.

sepanjang jalan dari halte ke lokasi BKM, ngeliatin halaman rumah orang yg bertabur bunga aneka macam

Pas kali kedua ke BKM, udah mulai rajin muterin hall olahraga tempat BKM diadakan. Dan udah mulai jongkok, ngobrak-abrik jualan orang. Buku-buku 20-50sen gak tersedia di semua booth. So, once you find that booth which sells those cheap small cute books for kids, mending LANGSUNG BORONG AJA ya, hahaha.

Dari Kingsford, sebelum jam 8 udah nyegat bus. Karena total durasi perjalanannya skitar 75 menit. 2x naik bus dan rutenya ada beberapa. Ada yg naik M10 dan turun di Leichardt baru oper ke Five Dock. Ada yg naik bus ke sebrang Town Hall dan oper bus. Turun bus kedua masih ditambah jalan kaki lho ya. Jadi bawalah stroller anak kalian. Lumayan, berangkat, anak naik stroller. Pulangnya stroller diisi belanjaan dan anak digendong bapaknya 😆

Oiya, jalan kaki lumayan jauh, hampir 20 menit. Pas ke BKM kali ketiga bulan November tahun lalu, aku pergi sama Mbak Widi skluarga dan sepanjang jalan isinya becanda, motretin bunga:

Aku: Mbak Wid…. *setelah jalan kaki 10 menitan dan mulai bosen ngeliat bunga* Ini kira-kira nyampenya KAPAN ya?
Mbak Widi: Yaaaaaa…. kira-kira Maghrib gitu ya?
Aku: Hahahahahaha… *ngakak sambil mendorong Mbak Widi hingga hampir tersungkur ke semak-semak rumah orang*

my last BKM

Dan lalu aku pulang duluan, hehehehe. Soale duite wes habis 😆 Cuma nge-budget skitar $10 itupun nambah beberapa dolar karena nemu skotak Lego Duplo second. Alhamdulillah 🙂

Anyway, tips dariku:
1) BKM mulai pukul 9 pagi dan kelar skitar jam 12 siang. Datanglah at least 15 menit sebelumnya dan mulai mengantre di depan pintu. Early birds catch the fattest worms. Makin pagi kita datang, makin untung karena barang yg dijual masih komplet. Makin siang, tinggal sisanya aja. Walo asik juga, karena penjual udah makin banting harga.
2) Bawa kresek dan troli belanjaan. Atau stroller anak.
3) Bawa snack buat anak dan Suami, hehehe. Suami perlu diajak buat nemenin anak bermain selagi yg ibu-ibu belanja. Atau banyak juga loh Suami yg juga super excited untuk belanja di BKM… *lirik bapak2 Kingsford*
4) Siapkan stamina untuk jalan kaki dari dan ke halte.
5) Browsing dulu schedule bus dan siapkan dengan baik. Terutama bus pulangnya, karena cuma lewat 40-60 menit sekali. Nggak lucu banget klo telat cuma 30-60 detik trus busnya ngacir. Silahkan nunggu kedatangan bus berikutnya, hahaha… *ngetawain*

5) Setelah tiba di TKP, muter jangan cuma sekali. 3-5kali klo perlu. Dan kalo pas puteran pertama udah liat barang yg diincer dengan harga yg masuk akal (untuk ukuran barang bekas), langsung bungkus saja! Nunggu ntar-ntar? Wah wah kburu dibeli orang.
6) CASH ONLY! Kalo cuma mo belanja buku yg murah-murah, siapkan koin. Tabunglah koin sebanyak-banyaknya dari jauh-jauh hari, hehehe.

Musholla at York Street, Sydney

Musholla @ the heart of Sydney.


Di bagian belakang convenience store/ supermarket ini. Gampangnya sih, cari aja plang GOLF MART warna kuning di York Street near King Street. Klo masuk ke supermarket ini, jangan ragu untuk ucapkan Assalamualaikum. Ownernya orang keturunan timur tengah.


Untuk makin gampangnya, cari aja Apple Store di Sydney yg terletak di George Street. Kalo mo ke Apple Store naik bus dari arah Central Station (Railway Square); misal, dari halte George Street near Quay Street (baca aja tulisan di plang tiap halte, ada keterangan nama dan nomer haltenya kok), bus nomer 4xx (misal: 470, 431, 422, dll) ntar turunnya di halte persiiiis depan Apple Store. DEPAN ya, bukan SEBERANG. Nama haltenya: George Street at King Street.

Bilang aja ke supirnya: mo turun di Apple Store. tapi bilangnya pas BARU NAIK. Bel di bus dipencet at least 20-30 meter sebelum tiba di halte tujuan. Kagak bisa ya turun semena-mena dimari. Ini Sydney Buses, bukan Kopaja atao Bemo (apalagi bajay!). Dan harus pencet bel. Biarpun ente udah teriak pake toa: “KIRI BANG, KIRI!” ya kagak bakal berhenti biar sampe Lebaran kucing juga.

Turun di halte depan Apple Store, ente jalan ke arah kanan dah,  nemu perempatan trus belok kiri ke King Street. Melewatin toko namanya REBEL, jalan terus. Nemu perempatan lagi, belok kiri ke York Street. Gustiiiiik itu udah jelas petanya yak, kebangetan klo sampe nyasar jugak 😆

Kalo dari arah Circular Quay, aku biasanya naik bus nomer 4xx (470, 438, 440, 436, 443 dan kawan-kawan), klo ga salah dari Circular Quay halte bus Stand C; trus turun di halte George Street Near Strand Arcade. Ih aku pernah loh pas abis sholat trs jalan ke halte ini (mo nyamperin Mama Muca yg ga sengaja ketemu dimari) trs dari seberang jalan ada yg neriakin: YA ALLOH MBAKNYA CAKEP AMAT YG JILBAB MERAH “Mbak Tyka!!” -trus aku tolah-toleh eeeeh ga taunya Baridah sama Mbak Taya 😥 hik hik jadi tanen.

Gile ye Sydney, bisak aja loh di trotoar pinggir jalan raya ketemu temen sekampung. Kampung Kingsford makzudnyeeee 😆

Oiya foto diatas itu keterangan halte-halte deket Apple Store Sydney. Foto di screencaptured dari aplikasi Triptastic idola hamba. Yg berjejer mesra dengan aplikasi Opal buat ngecek pemakaian kartu Opal kita. Wah masih hutang postingan ttg Opal nih…. *pasang ikat kepala bertuliskan: Duta Opal Kingsford* Kalo aplikasi Opal mah hratis. Triptastic kayaknya mbayar tp it was worth it lah klo less than $5. Ah di Sydney $5 kan cuma 3 keping duit receh aja itu 😆

Udah yak segitu aja. Eh jangan lupa abis sholat, cemplungin infaknya buat musholla di York Street ya kakaaaaak. Dan buat yg ga bawa mukenah, dont worry. Ada kok disediakan. Trus wudhu perempuan bisa di washtafel depan WC. Ntar masuk ke area washtafel depan WC itu, ukhti nyalakan dulu lampunya, tutup dan kunci pintunya. Tapi pastikan WCnya kosong ya kakaaaaak…..

Bukan postingan berbayar. Although kagak nolak juga sih klo dibayar 😉

‘Berkelana’ ke Dawes Point Park dan Ives Steps

:: Throwback story from Saturday, 21 February 2015 ::

Waktu itu hari Sabtu. Pagi-pagi Abi dan Papa Musa sudah cuzz pergi golf meninggalkan aku di rumah yg cengar-cengir membayangkan bahagianya mau jalan dari ujung Harbour Bridge satu ke ujung lainnya. Naik bus dari halte biasa, Anzac Pde. near Strachan Street, tp klo nggak salah, waktu itu aku nggak naik bus arah Circular Quay. Akibatnya, kudu oper bus lain. Yawes operlah dari George Street di pinggir QVB (Stand F). Lama gitu ya nunggu bus arah Circular Quay, maklum, hari Sabtu pagi. Ntah mengapa kalo Sabtu pagi kok bus jadi lebih jarang lewat atau mungkin itu perasaanku aja? *garuk-garuk kepala*

IMG_7262
carilah plang/tulisan ini

Anyway, akhirnya nyampe di Bridge St near Loftus St dan jalan kaki deh menuju ke spot (Cahill Walk), darisana aku bisa naik ke Harbour Bridge. Tapi kagak nemu itu dimana tangga ke Cahill Walk-nya 😥  Udah jalan muter-muter, mana sih ini spot buat naiknya? Kok nampaknya nggak jodoh aja gitu. Yaweslah, toh akhirnya seminggu kemudian (28 Feb) kelakon sih niat jalan di jembatan. Barengan sama Abi…. Ceritanya ada disini.

IMG_0533.JPG
Luna Park as seen from Dawes Point Park

Oke, aku lalu berjalan aja menyusuri taman di bawah Harbour Bridge. Later on aku tau, namanya Dawes Point Park. Ada beberapa kursi yg nampaknya nyaman untuk duduk dan sarapan pagi-pagi, ngebekel sandwich… biasalah… Sayang karena semalamnya abis ujan, jadi kursinya basah. Nggak jadi deh duduk santai sambil memikirkan mau dibawa kemana hubungan ini, memikirkan nasib bangsa dan negara, memikirkan sampai kapan tren batu akik akan awet di Indonesia…..

IMG_0529.JPG
The popular Harbour Bridge yg sering sekali mejeng di kartu pos…. kasian yak Anzac Bridge kurang terekspos 😛

Akhirnya aku berjalan turun dari Dawes Point Park dan nyampe di pinggir Walsh Bay, spot yg bernama Ives Steps. I have never been to both places before so it was quite exciting. I could see North Sydney, Luna Park, Goat Island, and of course….Sydney Harbour Bridge; all seen from different view.

IMG_0534.JPG
Goat Island di kejauhan (yg dibelakang bungaku itu loh)

I finally ate my breakfast there 🙂 di tepian Walsh Bay. It makes me smile just by remembering how nice that morning was 🙂

IMG_0535-0.JPG
my postcard diary….

And wrote down my postcard diary. Setelah puas duduk dan foto-foto, jam 9 kurang dikit, aku nyoba berlari dari Ives Steps sampai ke arah balik ke Circular Quay.

IMG_0536.JPG
morning run from Ives Steps to Campbells Cove

I stopped here and just walk, hahaha. It was a very short running session and that was the first and last time I had my morning run in 2015 😆 Ya udah 9.15 aku pulang ke Kingsford dari Circular Quay 🙂 Trus malemnya aku pergi lagi, nonton kembang api di Darling Harbour sama Sabai dan BuAnti but that’s a different post 😀