1001 alasan happy & bersyukur 21-30

Mari kita teruskan listnya!

21) Waktu itu Abi pilek lg dan nularin aku & B lg. Tp beda dgn bulan lalu, kali ini sembuhnya lbh cepet trutama B. Sepertinya ini perpaduan antara obat dokter yg tepat dan insyaalloh cocok pake YLEO (Young Living Essential Oil). Perdana beli, aku coba Myrtle buat flunya si B.

22) Selama 2 mingguan libur Lebaran dan ditinggal susternya Papahku (yg biasa momong B juga), alhamdulillah cm sehari dua hari B mogok makan. Itupun krn sakit tenggorokan. Sesudahnya perlahan napsu makannya kembali seperti biasa.

23) Yg bertugas nyuapin adalah babysitter infal dr Jakarta (yaitu Adekku, oom-nya B), hehehe. Telaten deh Adekku nyuapin B. Lbh telaten dan lbh panjang sumbu sabarnya dibanding aku.

24) Gantian juga nyuapinnya sama mbak ART infal 😀 Kadang disuapin Abi juga. Pokoknya Bunda bebas tugas deh klo untuk urusan nyuapin. Saya outsource-kan ke mereka yg lbh capable aja deh!

25) Kemaren bikin spaghetti bolognese, resep saus dr Mama Koki Handal. Alhamdulillah B lahap makannya. Apakah krn rasanya warbiyasa endeus marandeus (alias: enak banget)? Well ntahlah. Tapi ini anak kayaknya emg turunan Bundanya. Penganut diet OCD: Opoae Cembarang Dipangan, wkwkwkwk…. (subtitle:apa aja semua dimakan).

26) Ini list kok ngomongin anak melulu ya? Yabes emg lately hidupku berpusat pada anak-anak aja trutama si B. B yg suka jealous sama M. Jadilah M skrg sering sendirian di kasurnya selagi aku nemenin B main. M yg insyalloh sabar ngadepin Mas-nya yg kadang suka melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga (UU No. 23 Tahun 2004).

27) Opo maneh yo lainnya yg ga ngebahas ttg anak? Hmmm oiya, libur kemaren ini aku 2x ngadain potluck di rumahku. Potluck ini semacam kumpul-kumpul tp masing-masing peserta bawa makanan sendiri yg dikoordinasikan dgn peserta lain; jd menunya ga ada yg tabrakan dan bs serasi. Halah SERASI ni ye, hahaha.

28) Potluck pertama dgn Blogger Geng Bu Rudi aka Arsop. Ini isinya blogger beken pada jamannya, wkwkwkk…. ada @RozalinaZ dan @ninien plus ada satu-satunya lelaki dan dia bukan blogwriter tp blogreader, yaitu Koko Irawan.

29) Potluck kedua dgn My 2032 Family, hehehe. Alias Kingsford Mommies. 2032 ini kodepos nya Kingsford, Sydney. Cm 2 keluarga aja totalnya yg akhirnya bs datang (3 termasuk keluargaku). Tp alhamdulillah.

30) Akupun lgsg buru-buru menawarkan spy tahun depan potluck di tempatku lagi, wkwkwk…. ya selama ada mbak ART infal yg bantuin beberes sih, why not lah di tempatku. Drpd pergi ke resto atau mall, ribet cari parkir, trs pas waktunya sholat jg yah…. enakan wudhu dan sholat di rumah lah ya. Mau ngobrol jg lbh nyaman di rumah. Anak-anakpun jg lbh aman dan asik main di rumah drpd mall. Insyaalloh.

==========

Bhaiquelahhhh segitu dulu. Next time dilanjut lg 🙂

Advertisements

Rekomendasi buku buat emak & anak


Day 7 adalah tentang rekomendasi buku. Hmmm aku sejak kenal akrab sama internet sih, udah say bhaaaaay feliciaaa sama yg namanya membaca buku dan majalah. 

Padahal dulu demen abis, sampe-sampe punya persewaan buku dan komik lho meski kecil-kecilan, hehehe. Trs dalam sebulan bisa yg langganan 3 majalah sekaligus; waktu harga per-eksemplar masih 3rebu (bayangin aja sendiri sudah berapa lamanya itu, hahaha). Tapi itu duluuuuuuuuuu (u-nya banyak).

Makanya pas ngeliat tantangan hari ke-7 ini, aku kagum juga sama diriku sendiri bahwa aku masih bisa merekomendasikan buku yg kubaca dalam 3 tahun terakhir (untuk rekomendasi buku bagi emak). 

Untuk rekomendasi buku bagi anakpun, dgn penuh kelegaan aku berbagi info bahwa SERIAL KUMBANG-nya Enid Blyton masih beredar boxset-nya lho di pasaran. Bahkan covernya juga baru! 

Baiklah mari kita mulai cerita tentang rekomendasi  buku di tantangan hari ke-7 ini…. (haaaah jadi udah nulis daritadi itu blm mulai?? Kirain malah udah mo selese ini postingan)

REKOMENDASI BUKU FOR EMAK (or calon emak) : BRINGING UP BEBE by Pamela Druckerman.

Ini sekedar rekomendasi kan? Bukan review kan?  Ok deh.

Tau buku ini dari postingan blogger feyvret eykeh. Penasaran dong. Maka tahun 2014 awal dicoba baca ebook-nya dan aku suka. Pas pertengahan 2014, lagi di Sydney ini, si Abi nawarin: “Mau order buku dari bookdepository gak? Gratis ongkir loh!” Waow denger yg gratis-gratis ya chenciuw aku tertarik. 

Apalagi klo gak salah, bukunya juga dibeliin Abi. Maka gak heran klo aku lantas gak inget harganya berapa, hahaha. Maab yak, gak nolong.

Dan memang buku memberikan pengaruh besar ke cara aku menangani anakku si B. Sejak 2014 itu, aku berkeinginan bahwa klo punya anak, aku mau sedari dini dia bisa sleep thru the night alias gak bolak-balik bangun (sejak usia 3 bulan). Trs pengen punya anak pemakan segala plus bs makan di high chair dgn tertib. Trs klo balita nakal-nakal biasa, ya biarlah– jangan dikit-dikit dimarahin. Ntar malah imun.

& menurut buku ini: ASI atau Sufor, lahiran lewat pintu (vaginal birth) atau jendela (csect)– gak perlu dipermasalahkan & dibesar-besarkan. Hahaha setuju!

Abi sampe heran ngeliat aku ngefans bgt sama buku ini =_____= “Emang apa bagusnya sih orang Perancis itu sampe harus ditiru?” Yaaa kan kita ambil baik-baiknya aja. Aslinya sih aku jg nggak ngefans sama orang Perancis apalagi sampe mimpi bs kesana 😀

Dan walo pada kenyataannya, daku menganut paham siMbak Parenting instead of French Parenting, buku ini tetep menjadi my numero uno parenting book. Must read at least once in your life 😉

==========================

REKOMENDASI BUKU UNTUK ANAK: BOXSET SERIAL KUMBANG by Enid Blyton.

Buat yg nggak ngeh sama Serial Kumbang, ini sebutan untuk satu set buku yg berisi : Si Babi Ungu, Monyet Mike, dll itu lho. Aku dulu ps SD punya 1 set tp ntah kemana sekarang. Serial Kumbang ini terdiri dari bbrp judul. Dan tiap buku terdiri dari bbrp cerpen. 

Selalu ada pesan moral yg bs dipelajari dari tiap cerpen. Ini serial udah kek macam pembinaan akhlak gitu lah, hahaha. Mestinya pelajaran PPKN/PMP buat anak SD mah, menjadikan box set Serial Kumbang sebagai buku paketnya. Oiya, tiap cerpen dihiasi dengan ilustrasi lho. Vintage gitu gambarnya secara ini buku awalnya diterbitkan ntah taun berapa.

Aku beli di Tokopedia dgn keywords: SERIAL KUMBANG. Lalu sort aja berdasar lokasi & harga termurah, hehehe.

Baiklaaaah! Akhirnya masih berlanjut juga ini keikutsertaanku di tantangan ini. Meski terseok-seok seminggu sekali, qiqiqi;)

Bowen Library

I enjoyed borrowing books and stacking them in my room. But to be honest with u all, I only read 1/4 of each of them, hahaha. Ini Bowen Library di suburb Maroubra, the closest from where I used to live. Jadi di City of Randwick ada 3 perpustakaan yg tersebar di 3 suburbs berbeda. Di Randwick, Maroubra dan Malabar. Kalo pinjam buku, misal di Randwick (namanya Margaret Martin Library), ngembalikannya boleh di Maroubra (Bowen Library & Community Centre) atau Malabar (Malabar Community Library) 🙂

IMG_3938

Tapi aku gak pernah ke Randwick dan Malabar. Selalu ke Bowen aja karena bisa sekalian grocery shopping di Pacific Square (ada supermarket Aldi dan Coles disana; plus toko daging ayam halal Red Lea). Semua bus yg lewat di Kingsford, berhenti di Maroubra meski gak persis di halte sebrang Bowen Library.

IMG_3940

Bowen Library ini jadi satu area dengan community centre. Ada banyak kegiatan/kelas singkat untuk citizen beragam usia. Misal, kelas storytelling untuk balita, kelas untuk manula juga ada: how to use Facebook, dll. English class for immigrants, crafting class, etc.

Untuk info aktivitas for babies, toddlers and children (free classes), please click (link).

IMG_3943

Some of the books I borrowed tapi nggak dibaca sampe habis. Seumur-umur jadi member disana, minjem buku buanyak, yg dibaca sampe habis paling gak sampe 10. Salah satunya ya buku karyanya Pamela Druckerman: Bebe Day By Day dan French Children Don’t Throw Food. I definitely not an avid reader, so finishing a book is a challenge for me.

IMG_3945

Ngembalikan buku? Tinggal masukin aja kemari. Mau minjem buku juga langsung scan sendiri. Orang juga gak bakalan tau klo kita nyolong buku, lawong nggak dicek kok (tapi Tuhan kan tau yaaak 😉 ). My other post about public library -> (link)

IMG_3939

Buanyak sekali spot nyaman di library. Mulai dari meja-kursi, 3 seater sofa, single sofa/armchair, beanbag dll 😀

IMG_0086
Kalo ada buku yg blom mau dikembalikan, bisa perpanjang lewat website lho 😀

Bowen Library and Community Centre, Maroubra

Location

669-673 Anzac Parade
Maroubra NSW 2035

Telephone (02) 9314 4888 orcontactus@randwick.nsw.gov.au.

Opening Hours

The Bowen Library and Bowen Toy and Game Library is open 7 days a week with the exception of public holidays. The coffee shop is open from 8.30am to 5.00pm week days.

Day of the week Opening Hours
Monday – Friday 10am – 9pm
Saturday 9.30am – 4pm
Sunday 12 noon – 4pm

For more info, please click -> link.

Pagi-pagi jadi roker

19 Februari 2015. Roker = ROmbongan KEReta.

Setelah merasakan pulang-pergi ke Campsie naik bus nomer 400, aku pengen juga dong naik kereta. Biar ngerasain jadi ROKER, gitu 😀
IMG_6816

Seperti biasa, sebelum bepergian, aku selalu cek pilihan rute dan bus-nya. Aku berencana untuk naik 393 atau 395 dari halte depan Papparoti (ini si Roti Boy) Kingsford; lalu turun di Central Station.

IMG_6821

Masih gelap, tapi jalanan udah pada rame orang berangkat beraktivitas.

IMG_6820

Namun kenyataan berkata lain. Seingatku, akhirnya aku naik bus 39x jurusan Circular Quay dan turun di Hyde Park. Lalu turun ke stasiun bawah tanah, Museum Station. Kalo pagi-pagi begini, bus 39x (maksudnya 39x: bus 391,392,393 dst) yg lewat Kingsford, isinya banyak bulenya (biasanya orang Asia– mostly mahasiswa UNSW). Sepertinya mereka dari Maroubra…. *yaeyyalah* *mo darimana lagi*

IMG_6826

Di Hyde Park, aku seneng banget karena mau naik kereta dan naiknya dari Museum Station pulak. Stasiun kereta yg jadul abissss…… Pas mau masuk stasiun, eh nggak bisa ngetap Opal (kartu yg ada saldo buat naik angkutan kota). Lha…. Aku kira udah dapet gratisan Opal, makanya aku santai aja saldo tinggal dibawah $2. Ntahlah apa yg terjadi, yg jelas aku harus terbirit-birit keluar stasiun, mencari 7 Eleven terdekat dan isi ulang dulu.

IMG_6831

Logo underground station di Sydney, sama kayak di London.

IMG_6828

Jadul tapi bersih. Tapi masih sepiiii…..

IMG_6833

Dan aku pas dapet kereta yg jadul pulak, hihihi. Vintage. Tapi ya tentu, bersih doooong…..

IMG_6836

Akhirnya tiba di Campsie Station…..

IMG_6839

Neighborhood in Campsie. Ini pinggir trotoar dipagerin karena di lingkungan gereja dan sekolahan. Mungkin supaya anak kecil gak berlarian trus bablas keluar trotoar. Karena sangat berbahaya, yah…..

Bersambung ke adegan nge-roker berikutnya….

Ke Campsie (menjemput dollar)

Judulnya gitu amat, hahaha…..

Waktu itu untuk kesekian kali aku bekerja sebagai babysitter. Kali ini tempat tinggal klien (caelah klien) jauh dari Kingsford. Lebih tepatnya kali kedua babysitting Aj, anak perempuan yg tinggal bersama ibunya (Mbak Pita) di Campsie. Pertama kali ke Campsie, aku kesana naik bus nomer 400 dari Kingsford (nyegat di halte seberang IGA). Perjalanannya lumayan, hampir 90 menit dari tempat tinggalku, sampai ke rumah Aj.

Bus nomer 400/410 ini asalnya dari Bondi Junction lalu terus ke Kingsford lalu terus ke airport lalu terus rus rus ke Campsie dan seterusnya, hehehe. 

IMG_6729

Ngelewatin berapa suburbs tuh ya? Banyak lah 😀 Lumayan, pengalaman baru ke rute-rute yg tak terjamah sebelumnya.

IMG_6730

Hobiku selama di Sydney, motretin logo tiap City Council, yg beda-beda. Mulai dari yg ribet kayak Rockdale City Council….

IMG_6752

Sampe yg super simpel macam logonya Canterbury City Council ini……

IMG_6743

Ini dia si Campsie 😀 dari Kingsford emang cukup sekali naik angkot sih, yaitu bus nomer 400/410. Lamaaa banget, tp jadinya enak…. Bisa tidur hehehe.

IMG_6735

Campsie ini lebih ruwame daripada Kingsford dan lebih crowded. Biaya sewa tempat tinggal juga konon lebih murah. Makanya jadi idola anak-anak kampus Usyd (Uni of Sydney). Emang gak deket sih dari Kampus Usyd tp no worries…. Kan di Campsie ada train station. Tinggal naik kereta aja dari Campsie sampe ke train station terdekat dr Usyd.

IMG_6737

Playing with Aj 🙂

IMG_6746

Pulangnya ngebus lagi, naik 400/410 dan melewati airport.

IMG_6747

Ini dimana ya? Kalo nggak salah masih di lokasi airport deh. Oiya kalo mau ke airport naik bus, jangan salah turun terminal ya. Karena terminal domestik & international, lokasinya terpisah.

IMG_6749

Halte diluar airport. Airport-nya Sydney lokasinya bukan di City of Sydney tapi di Mascot, City of Botany Bay.

IMG_6751

Sebagai penutup, saya persembahkan logo dari Randwick City Council, tempat kami tinggal (dan kampus Abi, hehehe).

 

Pedestrian in Sydney

Unik sekali ide postingan dari Winny ini 🙂 Walo aku nggak ngeh, yg dia maksud dengan foto pedestrian itu, maksudnya: postingan berisi foto trotoar (area berjalan kaki) atau motretin orang-orang yg berjalan kaki, ya? Jadi kuputuskan untuk majang foto apa adanya aja: street with few people on it (except my husband) 😀

Kalo foto orang, jujur aku jarang motretin manusia (yg gak kukenal) apalagi foto anak kecil, karena aku nggak berani, hehehe. Kuatir klo ketauan orangnya ntar dianggap nyuri-nyuri foto atau melanggar privasi or even a pedophile dsb. Terdengar seperti ketakutan yg terlalu berlebihan but my online world motto is: you can never be too paranoid on the internet, hahaha….

Buat yg komentar: “Kamu kebanyakan jalan-jalan….” -Atuhlah…. Ya gimana dong ceu? Nggak ada becak atau ojek, disini. Ya harus jalan kaki kemana-mana kita mah ya; dari satu halte ke halte bus berikutnya karena bus gak bisa berhenti selain di halte 😆 Ada yg mau gendongin akyu, mungkin?? 😆 I know my husband wouldn’t want to 😉

!
bersiap menyusuri Sydney Harbour Bridge. this is summer, definitely summer…. *panashhh*

Cerita tentang menyusuri Sydney Harbour Bridge di jalur khusus, sudah pernah dipublikasi lewat postingan (ini). Tapi yg jelas, ini adalah salah satu to-do-list gratis yg harus disempat-sempatkan untuk dilakukan jika kalian ke Sydney 😀 Pemandangannya, terutama jika kalian penggemar Opera House…. amboi….. Aku sendiri bukan penggemar Opera House but always a fan of Sydney Harbour Bridge 🙂

!
one of the heartwarming memory: the winter in Sydney 🙂

Ini salah satu foto favoritku: one winter morning in the heart of Sydney (link). Tumben ya aku berani motretin manusia, hehehe. Diambil di George Street, Sydney. Sydney beneran ini, bukan pinggiran atau suburbs of Sydney macam Kingsford (link) atau Kensington (link). The City of Sydney, postal code: 2000. Btw kode pos Sydney ini emang dari dulu jaman baheula sudah 2000 apa diganti berkaitan dengan Olimpiade tahun 2000 yg dilangsungkan di Sydney ya? Ibu Vita (atau Suaminya) bisa bantu jawab? 😀 🙂

!
bus lane/jalur bus

Trotoar di Sydney lebar-lebar dan rata permukaannya, gak pathing mak gemronjal. Selain untuk pejalan kaki, juga sering sepeda dan otoped lewat di trotoar. Mestinya kalo sepeda sih jalurnya jadi satu dengan jalur bus kota. Tapi kadang serem, mak, ngeliatnya. Secara bus kota kalo jalan ya werrrrr werrrr….. ngebut aja gitu. Lebih menentramkan hati klo bersepeda di trotoar kali ya?

Btw banyak terdapat titik-titik parkiran sepeda di Sydney. Atau mungkin boleh langsung dirantai di tiang kayak gini? Hehehe. Oiya, pejalan kaki wajib berjalan di trotoar, jangan naik turun dr trotoar ke jalan di sampingnya karena beneran deh bus-bus itu mak-werr-werr kalo jalan. Sampeyan bisa kesamber bus yg tau-tau lewat dr belakang (padahal nggak kedengaran suaranya).

!
senja di Kingsford

This pic makes me smile 🙂 This is Kingsford, lebih tepatnya jalan Anzac Parade-Kingsford. The suburb where I used to live for almost a year.

!
waktu pergi sama Abi ke suburb yg bernama Ku-ring-gai

Melipir jauh dari Kingsford. Ini waktu urusan beli barang lewat GumTree, kami berkelana ke Ku-ring-gai. Daerah yg membuat aku senggol-senggolan sama Abi dan berbisik: “Beda jauh ya ama Kingsford? Pasti bule semua. Pasti horang kayah….!” hahahaha… Komentar gak mutu. Maapkan aja deh.

IMG_4847
with one of the pedestrians *nahan ketawa* *gemes*

Ini Musa, qiqiqi. Waktu itu mendung manja, kami ber-4 pergi ke Randwick. Musa bawa payung and insisted on walking with the umbrella wide open meski gerimis pun tidak. Motretin anak orang kalo mukanya nggak keliatan, gpp lah, qiqiqiqi 😉

!
with my friends @ The Rocks

Ini waktu kami ikutan tour gratisan keliling The Rocks (link). Perginya rame-rame, hehehe. Beberapa hari sebelum aku mudik di bulan…. bulan apa nih ya? November atau Desember 2014 gitu lah. Masih agak adem klo sore, padahal udah masuk summer ini. Postingan terpisah ttg tour ini, menyusul 🙂

!
OMG so many blondes!!!

Kalo ini pas siang bolong panas terik musim panas, ikutan tour gratisan keliling City of Sydney (link). Aku pergi berdua sama Onty Ririe. Postingan terpisah ttg tour ini, menyusul 🙂 Btw ini aku beranikan diri memotret para mbak-mbak blonde ini karena aku TAKJUB melihan begitu banyak rambut emas di hadapanku, hahaha. Maklum ya, sini kan warga Kingsford (a.k.a Kampung Asia). JARANG liat bule, bwakakakak…. Sekalinya liat bule, biasanya eykeh heri: heboh sendiri.

======

Oiya, karena foto di postingan ini banyak banget, sebagian besar aku taroh dalam bentuk photo gallery.

Those houses around Sydney

Request dari Mbak Lidya: foto rumah-rumah di Sydney. Wah mbak tau aja kalo aku hobinya motretin rumah orang 😉 . Berikut foto-foto beserta sedikit ceritanya….. Eh tp jangan langsung percaya kalo aku bilang ‘sedikit’, karena ‘sedikit’ versiku, lama-lama menjadi bukit yg sangat besar isinya banyak cerita, hehehe.

IMG_4891

Nah pertama… Kalo nggak salah ini bangunan namanya Warrane College. Salah satu UNSW’s student housing. Student housing termasuk rumah juga kan ya meski bukan landed-house, hehehe. Ada banyak gedung student housing di dalam kompleks UNSW Kensington Campus. Untuk bisa tinggal disalah satu diantaranya juga nggak gampang. Antreannya panjang! Kudu daftar 6-12 bulan sebelumnya.

IMG_3220_2

Ini my second home in Sydney. Namanya The Grand. Ituloh yg balkonnya ada garis kuning, trus di balkon banyak barangnya, hahaha. Kalo di-zoom, kliatan ada troli belanjaku yg polkadot. Foto diambil dari kaca deket lift rumah Musa. Have I told you before that our 2nd home is REALLY close to Musa’s house? Yep, cuma tinggal nyebrang jalan. Waktu itu pas semester 2, aku & Abi sewa kamar di student accomodation yg dikelola oleh agen realestate Sydney Residential yg punya banyak sekali pilihan student accomodation (link). Tapi yg bisa disewa short-term (3-6 bulan) ya cuma The Grand ini thok. Waktu itu aku & Abi sewa cuma untuk 4 bulan.

PD aja aku menyebutnya sebagai RUMAH meski dapur & ruang tamunya share sama penghuni lain, qiqiqi. Di kamar cuma ada kamar + en suite bathroom alias kamar mandi dalam. Sama laundry room persis di depan kamar yg penggunaannya berbagi dengan 4 kamar lain di lantai 2.

We, at least I, really love this cute lil home of us 🙂 Sejak nikah tahun 2008, baru kali ini bener-bener cuma tinggal berdua aja. Next time aku posting foto detilnya 🙂

IMG_6724

Nah kalo ini sih landed-house. Lokasi masih di Kingsford, kayaknya di Forsyth Street. Rumah disini pagarnya pendek-pendek ya? Nggak kayak di Indonesia yg pagarnya bisa setinggi bangunan 1 lantai, hehehe.

IMG_6725

Ini bangunan apartemen berdinding bata ekspos warna merah bata. Kalo diliat dari model dan bentukannya, sepertinya bangunan ini buatan tahun….. 60-70an? 1960 loh ya bukan 1860.

IMG_7061_2

Ini apartemen…. masih di Kingsford, kayaknya sih di Middle Street. Pagarnya agak tinggi, terbuat dari kayu.

IMG_7132

Kembali ke landed-house, masih di Kingsford. Manis ya? Banyak bunga-bungaaaa….. *mendadak pengen goler-goler* Salah satu hobiku, motretin bunga di pinggir jalan, sepanjang aku berjalan kaki. Biasanya sih kalo pas jalan menuju kampus 🙂 Koleksi foto-foto bungaku buanyak sekali 😀 Meski nggak tau apa aja tuh namanya.

IMG_5140

Maap gambarnya blur. Pasti diambil sambil jalan pas mau nyebrang lampu ijo, hehehe. Ini kayaknya apartemen ya. Di pusat kota Sydney. Sepintas kayak somewhere in New York City, gitu yaa…. #iyainAja #biarcepet

IMG_0199

Rumah di deket stasiun. Ntah stasiun mana. Ntah diambil pas mau pergi kemana. Yang jelas perginya sama Abi dan pasti urusan transaksi beli barang di GumTree, hahaha….. GumTree ini situs macam OLX, isinya barang bekas.

IMG_0244_2

Ini, kalo nggak salah, salah satu rumah di Surry Hills (link). Salah satu kawasan gaul yg didominasi oleh bule nih di City of Sydney (ini sotoy aja sih, hahaha…). Unlike Kingsford yg orang Asia-nya buwanyak banget. Yg jelas nggak salah, ini foto diambil dari dalam bus.

IMG_4302

Rumah atapnya seng (yg kiri: warna merah) gitu apa nggak panas ya kalo summer?? Apa hayo bedanya rumah yg kiri dan kanan (selain jenis atap yg dipakai)? Yg kiri punya balkon/teras. Yang kanan (yg catnya peach), balkonnya ditutup dinding kaca; kayaknya sih nyebutnya jadi sunroom ya (cmiiw). Lokasi? Still in Surry Hills, I guess.

IMG_4287

Nah kalo ini…. kayaknya ya…. masih di Surry Hills juga 🙂 Kalo balkonnya rapi begini, my guess, rumahnya bule, hahaha…….

=====

Baiklah, berhubung stok foto di laptop terbatas, maka sekian dulu postingan kali ini. Kapan-kapan dilanjut dengan foto hasil nyomot di album Facebook 😉