Checklist harian, indikator profesionalisme

📚*NICE HOME WORK #2*📚

Bunda, setelah memahami tahap awal menjadi Ibu Profesional, Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat 

📝✅*“CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN”*✅📝
a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yg kita sendiri bisa menjalankannya. Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat “Indikator” untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator kita singkat menjadi SMART yaitu:
– SPECIFIC (unik/detil)
– MEASURABLE (terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
– ACHIEVABLE (bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
– REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
– TIMEBOND ( Berikan batas waktu)

Salam Ibu Profesional,

/Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional/


Bismillah. Berikut adalah checklist harianku…..

Sebagai Individu

Zikir pagi & petang
Membaca Quran 1 hlm/hari
Bebersih rumah (sapu, pel, lap debu)
Tidak bergawai di tempat tidur
Decluttering 10 menit/hari
Tahajud min. 3x/minggu dilanjut berdoa yg banyak
Membaca buku 1 hlm/hari

Sebagai Ibunya Mas B (usia 3 tahun)

Menggosok gigi 2x/hari
Memastikan Mas B makan dgn gizi berimbang
Fokus menemani bermain tanpa bunda memegang HP
Mengeraskan bacaan zikir di depan Mas B
Sigap memperbaiki buku bacaan yg sobek
Tiap hari rajin melipat popok kain

Sebagai Ibunya Adek M (usia 1 tahun)

Menggosok gigi 2x/hari
Memastikan Adek M makan dgn gizi berimbang
Fokus Menemani bermain tanpa bunda memegang HP
Menyusui tidak disambi bergawai
Membacakan 1 buku/hari
Tiap hari rajin melipat popok kain

Sebagai Istri (usia pernikahan 11 tahun)

Menyiapkan bekal makan siang yg bervariasi
Menemani makan malam
Mengobrol di malam hari saat anak-anak sudah tidur
Berpenampilan rapi saat di rumah (rambut tersisir rapi dan memakai lipstik)
Merapikan kamar kerja suami
Merapikan lemari baju suami

Contoh tabel yg dibuat di aplikasi Canva dan bisa diprint.

Advertisements

Ilmu sabar

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini. — Aku sangat ingin belajar menjadi lebih sabar terutama dalam menghadapi anak-anakku.

2.Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut. — Karena KESABARAN adalah salah satu hal terpenting yg harus dimiliki umat Islam. Also because I dont want to damage my kids by being easily angry. Tidak ingin merusak perkembangan mental anakku, dgn menjadi ibu yg sumbu sabarnya terlalu pendek. Anak adalah titipan Alloh, sudah sewajibnya aku menjaga titipan ini dengan sebaik-baiknya; supaya Alloh ridho padaku.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut? — Diawali dengan banyak bersungguh-sungguh istighfar dan bertaubat. Lalu belajar ilmu parenting yg sesuai dgn tuntunan Sunnah dan Quran, terutama yg berkaitan dengan bagaimana mengasuh balita. Berusaha memahami how small kids think, jadi aku yg menyesuaikan dengan mereka; bukan sebaliknya.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut. — Lillahi taala: membersihkan niat dari segala sesuatu yg bukan karena DIA.

SG hari pertama kemaren itu….

Udah nulis ttg hari kedua disini; tp malah belom nulis kesan ttg hari pertama dari SG kemaren itu.

Aku sungguh terkesima melihat antusiasme para ibu peserta SG ini. Aura-nya positif sekali. 2000an ibu-ibu berkumpul secara virtual, dan kurasa hampir semua memiliki keinginan yg sama: untuk menjadi sosok ibu yg lebih baik lagi.

Isi video sambutan dr Bu Septi Peni selaku founder IIP juga dengan sukses membuat aku terharu.

Inti dr sambutan Bu Septi sih: agar peserta kelas Matrikulasi bisa berkembang menjadi ibu yg baik dan bahagia serta bisa menjadi yg terbaik versi kita sendiri (to be a better version of yourself, gitu lo rek….).

Sesuai tuntunan Quran dan Sunnah tentunya ya 😊

Terima kasih team penyelenggara SG MIIPB#7 ! Great work! 💕

Inspirasi dari sesama wanita

Sesama wanita banyak yg saling menjatuhkan. Ntah dengan tindak-tanduk maupun tutur kata…. kata-kata secara lgsg yg ditujukan di sosmed, chat atau ya bener-bener fish to fish ehhh face to face, maksudnya.

Tapi jangan sedih. Banyak juga yg berbagi kisah…. cerita sedih maupun humble brag bahagia…. dan itu bisa menginspirasi. Bisa? Beneran bisa. Ternyata.

Malam ini aku mengikuti sesi kedua dari:

Dan malam ini adalah saatnya tanya jawab dengan para kontributor buku:

Di sesi tanya jawab malam ini, para kontributor berbagi secuplik kisah plus tips trik menjalani hidup agar bisa berubah! (atau kalah).

Eeeh kok yaaa diriku lgsg tergetar dan sempet mbrebes mili menitikkan air mata membaca salah satu sharing dr kontributor tsb. Makanya begitu dibuka PO buku diatas, tanpa pikir panjang– akupun lgsg sat set sat set order & transfer. Bhaaay budget skincare, wkwkwk….

Semoga kebagian bukunya ya secara peserta kuliah umumnya aja hampir 2800 mahasiswi tp buku PO hanya 300 eksemplar sahaja deh.

Manajemen gawai ala pencandu internet

Tuliskan apa yang Bunda ketahui tentang Manajemen Gawai dan ceritakan bagaimana manajemen gawai a la Bunda selama ini?

Ini topik sensitif buatku yg merupakan pencandu internet. Dicek terakhir (kemaren), aku tercatat menghabiskan waktu sampai 7 jam perhari didepan HP.

Dan HPku kan terkoneksi ke internet dong ya. Krn klo nggak ada wifi atau kuota mah, 90% kemungkinan HPnya bakalan dicuekin olehku. 😁

Manajemen Gawai (gawai = gadget). Hmmm apa pulak itu? Hal yg asing bagiku.

Intinya sih adalah bagaimana caranya supaya kita bisa mengatur waktu dengan baik dalam menggunakan gadget. Bukan kebalikannya: kita yg diatur atau disetir oleh kegilaan bergadget gadget.

Sehingga gadget aka smartphone ini bisa membuat kita menjadi lebih smart. Smart dalam hal durasi penggunaannya juga untuk apa penggunaannya.

Sebelum yg baca bosan dgn gaya tulisanku yg mendadak serius (monmaab pemirsa, anaknya lagi bikin PR), udahlah kita langsung baca aja tips-tips manajemen gawai ala pencandu internet yg ingin sembuh seperti diriku ini.

    Yang pertama. Sadarilah bahwa kamu sedang dalam posisi kencanduan internet. In my case: aku sadar. Sadarnya sih sadar, tp blm bisa merehabilitasi diriku.
    Kedua. Beritahu orang terdekat (misal: Suami) bahwa aku ini dalam kondisi kecanduan internet dan ingin sembuh. Dukungan mereka sangat berarti krn mereka lah yg bisa membantu mengingatkan jika aku udah nampak sering megang HP sampe nyuekin anak.
    Mulai buat rencana gimana cara menuju kesembuhan dari kecanduan ini. Suami udah kasih 1 ide simpel: setiap pagi, kami berdua gak boleh ada yg megang HP sebelum mengaji dapat 1 lembar.
    Batasi penggunaan HP didepan anak. Coz monkeys see monkeys do: anakku yg besar tiap ngeliat aku megang HP, dia bakalan rewel minta pinjem HP. Meski aku ini pecandu internet tp aku tetep ingin anakku yg blm genap usia 3 tahun ini nggak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar gawai. Dan aku sebel klo liat dia mainan HP meski tentu dia juga sebel liat aku sibuk sendiri ama HPku.
    Cara ekstrem: putus hubungan dengan internet provider di rumah. Mulai bulan depan, aku udah nggak langganan First Media (FM) lagi. Jd ya di rumah udah ga ada wifi lagi deh. Cuma andelin kuota di HP aja yg mana pasti jauh lebih sedikit dibanding unlimited internet dari FM.
    Kalah lah sama ngantuk. Jd kan aku biasa ya bawa HP ke kasur. Tp alhamdulillah, kegilaanku berHP ini so far selalu kalah sama ngantuk. Pokoknya tiap ngantuk, ya udah lgsg taro HP dan merem deh. Jd ga ada cerita kurang tidur gara-gara browsing.
    Uninstall aplikasi yg terbukti menjadi time-waster. In my case: Instagram. Juga jangan setiap saat login IG dari browser. Kalo pas ada perlunya aja. Misal: pas mau posting atau mau hubungi orang lewat DM.
    Letakkan HP di ruangan yg berbeda dengan posisi ku banyak beraktivitas. Insyalloh klo gak keliatan mata, akan mengurangi persentase kemungkinan tergoda. Tp jangan juga HPnya disilent ya spy klo ada yg telpon, bisa terdengar.
    Manfaatkan Apple Watch (jika punya) untuk melihat notifikasi HP. Pesan yg masuk bisa dibaca di Apple Watch dan bisa juga dibales drsana meski agak ribet. Menerima dan melakukan panggilan juga bisa dr Apple Watch; kecuali WhatsApp call ya yg gak terdeteksi di arloji keluaran Apple ini.
    Sibukkan diri dengan hobi lain yg tak kalah menarik. Misal: membaca buku. Kalo kau tidak menyibukkan diri dengan hal yg bermanfaat, niscaya kau akan sibuk dengan yg tak bermanfaat.

So far baru itu aja tips dariku yg udah aku praktekkan. Tips lain banyak….. tp klo blm kupraktekkan sendiri kan kurang afdhol ditulisnya, gituuuu…..