(copas) tentang dikabulkannya doa

AKU BELUM PERNAH KECEWA MENJADI HAMBAMU

Oleh : Edy Prasetyo Madura

Jika Allah mengabulkan doaku maka aku berbahagia, tapi jika Allah tidak mengabulkan doaku maka aku lebih berbahagia, karena yang pertama adalah pilihanku, sedangkan yang kedua adalah pilihanNya. Begitu pesan Ali bin Abi Thalib.

Sejatinya memang bukan tak mengabulkan, tapi mengganti dengan yang lebih baik dan lebih kita butuhkan menurutNya yang Maha Tahu.

Umar pun berucap :“Aku tak pernah mengkhawatirkan apakah do’aku akan dikabulkan atau tidak. Sebab setiap kali Allah mengilhamkan hambaNya untuk berdoa, maka Allah sedang berkehendak untuk memberi karunia. Yang aku khawatirkan adalah; jika aku tidak berdoa.”

Ketika doa telah terucap, karunia Allah sedang menanti, pada waktu yang paling tepat, dalam bentuk yang paling baik.

Belajarlah dari ungkapan mesra Nabi Zakariyya, di usia tuanya menanti seorang anak, mengatakan; “…dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabbku” (QS. Maryam: 4). Sebuah curahan hati yang penuh dengan kesantunan dan baik sangka, karena ia tahu Allah sedang siapkan karunia terbaik dengan rencana indahNya.

Berapa banyak diantara kita yang terlalu mudah kecewa padaNya? Padahal, ada begitu banyak kelalaian diri selama ini.

Boleh jadi doa yang seakan tak berwujud pengabulannya menjadi penebus kesalahan dan musibah yang seharusnya menimpa.

Dalam hadits riwayat Imam Ahmad, Allah mengganti permintaan hambaNya dengan maslahat lain, menghindarkan darinya berbagai keburukan tanpa ia sadari.

Bahwa ujung-ujungnya pastilah sebuah kebaikan bagi mereka yang percaya.

Betapa kecilnya dunia ini untuk dijadikan sebab kekecewaan.

Kita punya mau, Rabb kita pun punya mau, bahagia akan menjadi milikmu ketika apapun mauNya menjadi maumu.

Berupayalah menjadi ‘a man for all season’ – manusia segala musim, pribadi-pribadi yang selalu bisa berbahagia menikmati pergiliran ‘musim-musim kehidupan’.

Seorang hamba yang dalam semua keadaan senantiasa ridha kepada Rabbnya, hingga kesusahan atau musibah sekalipun yang menimpanya akan berubah menjadi momen yang membahagiakan, apalah lagi hanya tentang mewujud atau tidaknya doa-doa, dia telah menyerahkan apapun yang menjadi mauNya.

Untuk itu kondisikan hati senantiasa berucap doa :

“Radhitu Billahi Rabba…”

Hamba ridho Ya Rabb Engkau sebagai Tuhan hamba, sebagai pengatur dan penetap segala urusan. Karena hamba pun merindukan keridhoanMu.

“Dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Rabbku”


Dapet dari forward’an di WhatsApp Group.

Advertisements

(copas) Satu kesalahan

Seorang Guru menuliskan ini di papan tulis :
5 x 1 = 7                5 x 2 = 10
5 x 3 = 15              5 x 4 = 20
5 x 5 = 25              5 x 6 = 30
5 x 7 = 35              5 x 8 = 40
5 x 9 = 45              5 x 10 = 50

Setelah selesai menulis dia balik menghadap ke depan melihat murid – muridnya yang mulai tertawa menyadari ada sesuatu yang salah…

Pak Guru pun bertanya :
“Mengapa kalian tertawa ?”

Serentak mereka semua menjawab : “Yang nomor satu salaaaah Paaakk!” 😃😃😃 (tertawa bareng).

Sejenak Pak guru menatap muridnya, tersenyum menjelaskan : “Saya sengaja menulis seperti itu agar kalian bisa belajar sesuatu dari ini.

Saya ingin kalian tahu, bagaimana dunia ini memperlakukan kita.

Kalian kan sudah melihat bahwa saya juga menuliskan hal yang benar sebanyak sembilan (9) kali, tapi gak ada satupun dari kalian yang memberi ucapan selamat.

Kalian lebih cenderung menertawakan saya hanya untuk satu (1) kesalahan.

Hidup ini jarang sekali mengapresiasi hal-hal yang baik bahkan yang kita lakukan ribuan sekalipun.

Hidup ini justru akan selalu mengkritisi kesalahan kita, bahkan sekecil apapun yang kita perbuat.

Ketahuilah anak-anakku : “Orang lebih sering dikenal dari satu kesalahan yang ia perbuat, dibandingkan dengan seribu kebaikan yang telah ia lakukan. Pilihan kembali ke masing-masing pribadi. Hendak menjadi orang yg fokus pada 1 kesalahan orang lain atau 9 kebaikan sisanya?”