Bukan waktunya untuk diam dan bersedih

Bismillahirrahmanirrahim.

Kadang kan pengen gituya duduk-duduk dalam diam dan meratapi nasib. Bersedih. Menggalau. Pity party. Dan sebagainya.

Tapi hidup gak selalu kasih kamu dan aku, kesempatan untuk diam dan bersedih. Kezeul gak lu? Ya kezel lah, masa enggak. Kita masih mau pity party, eh udah diobrak-obrak ama Satpol PP untuk bergerak. Kerja kerja kerja! Gitu katanya.

Trs gimana? Ya kerja aja sambil meratapi nasib. Belagak move on padahal cuma move tp nggak on… *apalah ini artinya* Ya maksudnya cuma move doang tp mood masih zonk.

Seolah-olah kita kerja (yapadahal emang), padahal aslinya kepala ama hati ini ntah kemana mikirin apa yg orang gak tau.

Fake it till you make it, halaaaaah 🤣

Tp ya kadang mau nggak mau, kondisi tuh memaksa kita (gw aja kali ye kok bawa-bawa kita) untuk begitu. Untuk kembali beraktivitas secara normal krn to do list panjang nian, sudah menunggu untuk dicentang satu-persatu.

People are watching us. Mereka mengawasi kita. Mereka berharap kita do something, nggak yg cuma diem aja mengsedih.

Jadi begitulah saudariku ((((SAUDARIKU)))). Klo kamu dalam posisi yg sama kayak yg kurasakan saat ini, be strong or at least bergeraklah. You can do this, we can do this…. *brb lap aer mata*

4 thoughts on “Bukan waktunya untuk diam dan bersedih

    1. Naah senengnya tuh klo we get to do what we love and get paid, lol. Berangkat kerja happynya kayak berangkat soping ke IKEA gitu yah, hahaha. No I wasnt okay waktu nulist kemaren, but I’m better now. Thanks for asking.

      Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s