Curhatan sebelum nyuci galon tentang curhatan di muka umum

Assalamualaikum warrohmatulloh wabarokatuh.

Sebelum nyuci galon yg udah berjejer di teras depan, ada baeknya saya curhat duluk dimarik drpd dipendemnjd kukul (jerawat).

Curhatanku hari ini adalah….. tentang kemerdekaan. Ciyeeeeh. Tang-mentang masih nuansa 17an yak.

Merdeka. Merdeka dari apa? Gak usah jauh-jauh ngomongin penjajah. Belanda udah kabur! Aku mau ngomongin diri sendiri dulu aja.

Merdeka. Merdeka yg kumaksud hari ini adalah merdeka dari hasrat tak tertahankan untuk mencuap-cuapkan isi kepalaku di muka umum, tanpa peduli pada siapapun.

Bukan. Aku bukan mau ngomongin ttg kemerdekaan beropini atau ngegacor (klo kata bonek gitu).

Aku malah pengen bisa merdeka dari nafsu atau hasrat berlebih untuk mengungkapkan pendapatku. At least aku bisalah lebih memilih tempat untuk menuangkan opiniku (ntah dalam bentuk obrolan atau tulisan).

Kenapa kok pengen merdeka dari nafsu/hasrat beropini yg berlebihan? Krn gimanapun juga, kalo aku mau nulis di muka umum (misal: disini, atau di status FB/whatsapp), kan aku tau dong siapa-siapa aja yg melihat postinganku. At least di whatsapp status sih keliatan.

Ya aku kudu, apa ya? Tepa selira? Ya maksudnya, lebih mikirin kira-kira gimana ya klo aku terlalu straightforward yg cenderung kasar berapi-api dalam mengungkapkan isi hatiku. Ntar klo si A baca, mungkin dia tersinggung.

Gak semua perasaan orang lain harus aku pikirin sih. Only those who matter. Setidaknya untuk teman terdekat lah. Atau saudara yg punya hubungan baik dgnku coz frankly not all of my relatives likes me, lol.

Gak semuanya kan kudu diungkapkan dimuka umum? Kadang hanya dipendem sendiri, kadang ditulis di notes rahasia atau blog/status yg viewers-nya dibatasi. Atau aku ngecemes berdua doang ama si Abi.

Emang ada polisi postingan (klo grammar nazi kan ada tuh)? Ya ada sih, hahaha. UU ITE namanya. Tapi meski yg mau aku cuap-cuapkan juga kayaknya gak ada urusannya ama UU ITE tp aku cm gak pengen sembarangan nyuarakan isi hati trs orang yg deket denganku bakalan tersinggung.

Aku menghormati hubungan baik kita, berusaha tidak menyinggung perasaanmu…. Dengan tidak terlalu vokal menyuarakan isi hatiku dimuka umum, dimana kamu bisa membacanya. I respect your feeling more than I respect my right to speak freely.

Yes, I might be an annoying status poster sometimes, but not today.

Ya sebisa mungkin…. Dipikir dulu lah sebelum beropini di muka umum. Jgn asal muni, asmuni. Nanti malah jadi boomerang.

Trs ada yg nyanyi: “Khow ghadizzzz extravhaghanzaaaaaaa!” 🤣🤣 #YangNgertiAja

Udah ah. Mo mandiin galon dulu kitak!!

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s