Jaga jarak (dan jaga timbangan)

Seminggu yg lalu,

Abi: Aku merasa tambah lemu.
Aku: Perasaanmu tok. (porsi) Makanmu lak tetep segitu-gitu aja.
Abi: Tapi aku (selama WFH) kan jd kurang gerak…..
Aku: Oiya ya? Uplek aja di kamar…. 🤔

Trus kemaren abis bikin kolak pisang + singkong. Hari ini pisangnya udah habis, sisa singkongnya:

Demi tubuh tetap aktif bergerak, maka Abi ikutin exercise dan indoor walk sederhana di YouTube. Malangnya kemaren itu, pagi bangun tidur dia gak enak badan. Jd br bs exercise sambil nemenin Adek M nonton YouTube (sebelum jam WFH). Alhasil Adek M nangis histeris: “Abi jangan jugiiiii!”

Lah bapake disangka jugi (=joget), wkwkwkw. Nangisnya heboh pulak kek macam mo ditinggal berangkat ngantor =_____=.

Anyway…. Beredar ungkapan: selama Corona ini, jaga jarak itu gampang– yg susah itu jaga berat badan 😁 Gpp, gendut sedikit. Nanti abis Corona, back to normal activity, langsing lg ya Bi…. 😆

12 Replies to “Jaga jarak (dan jaga timbangan)”

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s