(ngomongin) Rumput tetangga

Rumput tetangga lbh hijau bisa jd krn 2 hal:

1) Disana ngerawatnya lbh rajin, telaten dan bersedia keluar uang untuk perawatannya.

2) Rumputnya sintetis — which is fine by me. Sebagai yg pegel ngurusin rumah dgn taman depan dan taman belakang, I began to think that rumput sintetis is such a good idea, wkwk….

Tiap orang, tiap pasangan, tiap keluarga kecil maupun besar– punya PRIORITAS dan HOBI yg berbeda.

Berbahagia dan sibuklah dgn hobi masing-masing, syukuri dan legowolah dgn prioritasnya sendiri-sendiri. Spy ga ada niatan, waktu dan energi buat julid (iri, nyinyir, dengki) ama pilihan hidup orang lain.

Eh kecuali klo hobinya julid, ya monmaab itu lain perkara, wkwkkw….

Klo mau balik ngomongin rumput (baik pengertian sebenarnya maupun yg pengandaian), ada yg memilih rumput sintetis krn lebih murah, mudah namun nampak segar…. dan segar senantiasa.

Uang yg sekiranya dialokasikan untuk memiliki hamparan rumput beneran yg seindah rumput sintetis, bisa dipakai untuk hal lain (apapun itulah, you name it).

Dan kadang pemilik rumput sintetis ya simply memilih rumput sintetis for their own pleasure. Karena seger, karena murah dan mudah. Bukan supaya bisa bikin tetangganya iri.

Klopun ada yg niatnya spy pencitraan atau apalah, ya apa yg ada dalam hati orang kan siapa yg tau (yg jelas manusia gak tau). Jgn merebut tugas malaikat Roqib dan Atid deh mendingan– dgn menduga-duga.

9 Replies to “(ngomongin) Rumput tetangga”

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s