Menyingkirkan pajangan keramik

Another decluttering episod.

Sabtu siang, 5 Januari 2019.

Suami baru sadar kalo di salah satu lemari pajangan, ada banyak ceramic trinkets atau pajangan dr bahan keramik kayak foto diatas.

Klo aku sih udah dr 1-2 bulan lalu sadarnya tp cm sembari lewat aja sambil ngebatin: hmmm ini pajangan berbentuk mahluk hidup, kudu disingkirkan.

Tp krn posisi lemari yg diatas rata-rata tinggi orang dewasa Indonesia (ribet banget, maksudnya gmn), jd ya sering terlupakan lah niat untuk menyingkirkan mereka.

Alasannya mo disingkirkan bukan cuma krn menuh-menuhin rumah tp lebih kepada apakah diperkenankan dalam Islam, memajang barang seperti itu? — kalian bisa googling sendiri ya klo mau tau jawabannya. I’m not gonna preach, here.

Back to those small ceramic trinkets. Akhirnya tadi pagi itu, sama Abi diturunin satu persatu dan diletakkan di tempat yg kethok moto alias terlihat olehku. Jd aku gak ada alasan untuk menunda langkah selanjutnya.

Emg langkah selanjutnya apa? Well barusan sih udah aku bungkusin pake bubble wrap meski ga sampe berlapis-lapis. Ya secukupnya lah spy ga gampang pecah. Rencana mau dirombeng atau kasihkan ke teman non muslim.

Tp klo dirombeng ntr gimana ya…. klo dikasihkan ke teman non muslim…. masalahnya adalah SIAPA?

Akhirnya aku teringat bahwa tempo hari pernah diskusi ttg decluttering sama salah seorang saudara, sebut saja dia Kikie (nama sebenarnya). Kikie cerita klo dia rutin membawa sampah ke Bank Sampah.

Wah ini…. mantap ini Bank Sampah. Bisa jadi solmat alias solusi umat ya tho. Aku browsing lah dimana Bank Sampah di Surabaya dan nemu IG-nya: @BankSampahIndukSurabaya. Alhamdulillah lokasi mereka ga terlalu jauh dr tempat tinggalku.

Kayaknya sih ceramic trinkets gini berada di kategori yg sama dengan piring dan pecah belah gitu kali ya? Ya bolehlah nanti aku coba hubungi pihak terkait untuk ditanyakan lebih lanjut.


Update Minggu pagi, 6 Januari 2019.

Oiya, di lemari pajangan yg kusebutkan diatas, masih sisa bbrp pajangan keramik lainnya yg berbentuk vas kecil-kecil gitu.

Alhamdulillah they have found their new home. Makasih buat Mbak N yg bersedia menampung, hihi. I hope you can cherish them, they make you smile everytime you see them and also bring joy to your home (ini pentiiiing!).

Napa fotonya jd nampak miring. Hmmm ini kondisi terakhir lemari pajangan tsb pasca sisanya diturunkan dan dibawa pulang ama Mbak N. Beneran kan, posisinya tinggi banget. Oiya…. Yg ada plastik memanjang itu, ya si keramik yg mau aku bawa ke Bank Sampah.

Advertisements

8 Replies to “Menyingkirkan pajangan keramik”

    1. Thn lalu kalender meja dr kantor abi, ada gambar kartun2 gitu. Akhire ga dipake. Dipake buat mousepad aja. Klo kalender rumah, selalu beli yg hanya ada angkanya doang guede2, sama ada jadwal sholat.

      Like

  1. Baca post ini jadi inget ibuku pun melakukan hal yang sama. Udah lama banget sih. Awalnya koleksi tp trus pas tau hukumnya, disingkirin deh. Kalo aku dasar gak telaten jadi gak minat printilan gitu. Decluttering mainan bocah aja, yg udah gak sesuai usia dihibahkan. Kalo dibuang ke bank sampah belum pernah. Sesederhana plastik dari minimarket/supermaket yg numpuk aku hibahkan ke tukang sayur langganan. Mayan kadang dibonusin tomat/bumbu dapur. Wkwk.

    Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s