Almost goodbye

Blah. Udah tanggal 5 Desember, 2018 udah almost gudbayyyy dan idup ane masih begini-begini aje.

Masih jadi internet junkie. Masih blm clutter free. Hoalaaaah PR masih banyak bgt. Tapi masih stuck, gak tau kudu mulai berubah dari mana 😦 everything is just too overwhelming, gitu.

Ya mungkin abis ini bakalan nulis juga sih, apa aja yg udah dicapai sepanjang 2018, sebagai penyeimbang. Supaya nggak sedih-sedih amat idup aku tuh berasanya, hehehe.

Jadi, kalo kalian…. apa resolusi atau hal yg masih blm terlakoni atau terselesaikan sepanjang 2018 ini?

Masih sisa 26 harian lagi sebelum #2019gantikalender lhooo!

Advertisements

40 Replies to “Almost goodbye”

  1. Yang paling kuingat pas awal 2018 pernah nulis di blog klo tahun 2018 ini resolusiku bisa ikutan lagi lomba lari 10km. Setelah race terakhir yg kuikuti itu akhir tahun 2016. Ternyata kondisi tak memungkinkan, jadinya geser ke tahun 2020 mudah2an bisa ikutan Half Marathon (21km). Nampaknya balik aktif lari ini satu2nya resolusi yg tak tercapai tahun ini karena tahun ini aku ga punya banyak target. Makanya tahun ini aku nyantai lha kok mak bedundug sudah Desember. Tapi aku seneng ditengah kesibukan sehari2, tahun ini aku sudah baca buku lebih dari 30💃

    Like

          1. Aku udah baca barusan, glad to read that you are okay now. Aku jg pernah keguguran & battling with depression (meski depresinya bkn krn keguguran tp hal lain). In fact, I’m battling with another episode of depression right now dan udah mulai cari professional help. Aku salut ke kamu yg sejak awal udah bisa mengenali gejala depresinya dan bertekad untuk ke psikiater meski kemudian pertolongan Tuhan datang lewat jalan lain.

            Like

          2. Makasih banyak Kak 😊
            Sama Kak, mungkin kegugurannya itu trigger y, battling yg sebenarnya y karena hal lain.
            Waduh.. iya segera cari professional help Kak..mudah2an secepatnya bisa teratasi n ga berlarut2 y 🙏(kalau butuh psikolog aku ada kenalan sih Kak di jakarta utara).
            Iya Kak takut stressnya berlanjut ke depresi akut jadi waktu itu yg kepikiran y itu cari bantuan walaupun bingung cari kemana he..he..

            Like

          3. Hehe aku posisi di Sby sih. Tetangga ada yg psikiater tp katanya dia spesialis anak sekolahan. Aku maunya nyari yg spesialis menangani ibu2 muda seusiaku. Wkwkwk MUDA. Udah 36 masih ngaku MUDA gpp lah ya.

            Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s