Tetaplah merasakan nyess itu

Akhirnya memberanikan diri nulis postingan ini setelah membaca tulisan itu. Maaf ini tulisan emg emosional sekali buatku. Silahkan skip klo lg ga pengen baca yg sedih-sedih.


Sedih? Ya. Sedih rasanya membayangkan hidup mereka, terutama anak-anak, yg hidup di daerah konflik (baca: peperangan). Semisal: Palestina atau Syria. 

Ya ya aku tau bahwa mikirin orang kesusahan (perang, miskin, tertinggal) mah ga usah kejauhan sampai ke negeri yg letaknya di sebelah mananya peta aja, aku nggak tau. Tapi ya bagaimana dong? Namanya sedih, namanya nyess….. mo muncul ya muncul aja kan– gak bs diatur jarak dan kewarganegaraan.

Tp marilah tinggalkan perdebatan di paragraf sebelumnya. Kembali fokus ke nyess yg kurasakan (& I’m sure many people have their own version of nyess too).

Kapan aja aku merasakan nyess itu? Krn skrg sudah ada anak, ya seringnya pas lg menghabiskan waktu bersama si bocah ini. Ya kadang inget– kadang nggak lah. Sak wayah-wayah, sak karepe atiku.

(1) Klo lg gantiin popok anakku. Nyess. Teringat mereka yg sedang di daerah konflik. Boro-boro mikir ganti popok. Bisa selamat dr rudal aja udah syukur. 

(2) Atau ingat mereka yg kesulitan air bersih. Lalu urusan MCK-nya gimana?? Mandi Cuci Kakus.

(3) Anakku minta nyemil tengah malam. Lalu aku kasih roti. Sambil liatin dia makan, kadang nyess lg. Ya Alloh, alhamdulillah anakku bisa makan kapanpun dia mau….

(4) Anak mo tidur, aku matikan lampu dan atur suhu AC. Nyess lg. Ada atap diatas kepalaku. Ada listrik. Anakku bisa tidur di kasur. Nyaman. Aman. Bisa pake selimut. Anak di Syria klo musim dingin bagaimana? Nyess lg dan lg.

(5) Klo denger suara petasan dan kembang api yg super berisik. Sedihhhhh sekali, nyess gak selese-selese (sampai kembang apinya selese). Denger suara petasan dan kembang api aja aku takut. Takut suara keras akan bikin anakku terbangun. Bagaimana dgn mereka yg di daerah konflik? Bukan cm takut suara keras tp bangunan bs roboh endespre endebre. Bisa bayangin lah ya gimana sih situasi sedang perang.

===============

Contohnya 5 itu aja. Kelima-nya sukses bikin nyess kabeh wes. Terselip perasaan bersalah: kok gak bs banyak bantu mereka? Apakah aku selama ini sering kufur nikmat? Sudah cukup bersyukurkah aku?

Aku menutup postingan ini cukup sampai disini. Sedang terlalu nyess di hati. Tp juga lega bahwa aku masih merasakan nyess itu dan berencana untuk tetap merasakan nyess itu sampai kapanpun. Karena Nyess itu ada sebagai reminder. 

Reminder untuk lbh bijak menyikapi hidup, nggak kufur nikmat, mendoakan yg sedang kesusahan & bergerak melakukan sesuatu untuk membantu mereka.

Advertisements

19 thoughts on “Tetaplah merasakan nyess itu

  1. Walau belum punya anak, kadang ga sadar netes jg airmata ngeliat foto anak-anak Suriah dan Ibu2 di daerah konflik meluk jasad anaknya. Ya Alloh,… Hanya Dia sebaik-baiknya penolong.

    Like

  2. Peperangan di ‘sana’ tentu tidak hanya jadi ujian bagi mereka tapi juga penduduk dunia. Mau peduli seperti dirimu atau pilih tutup mata & telinga soal itu. Aku salut walaupun jauh, beda kewarganegaraan, tapi banyak yang berinisiatif kirim bantuan kesana. Misalpun enggak, tentu wajib bantu doa dong. Semoga para korban husnul khotimah dan yang masih berjuang diberikan kekuatan dan keteguhan iman.

    Like

  3. Insya Alloh akan menjadi ladang pahala mereka, mba.. kadang itu yg membuat saya terhibur dg mengingat betapa mereka punya kesempatan syahid dan tiap waktu hidup mereka jd pahala mereka..

    Like

  4. aku jg merasa beruntung tidak ada perang di negeri ini. Tapi melihat banyaknya kejahatan di sekitar kita sekarang khususnya terkait dengan masalah politis, aku jd was was mba…

    Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s