Mind your own womb

Mind your own womb. Urus saja rahim & anakmu sendiri, hehehe. Ini topik sensitif. Jadi? Mari sama-sama belajar mengendalikan mulut dan hati. Tidak terlalu kepo & berkomentar sembarangan. Di sisi lain, belajar juga untuk tidak juga terlalu sensitif. Bukan kata& kalimat orang lain yg akan mengundang ketidak-ridho’an Alloh datang pada kita. Tapi kata& kalimat kita sendiri yg kita ucapkan untuk orang lain ๐Ÿ™‚

Nadirah Angail

pregnant bellySomewhere there is a woman: 30, no children. People ask her, โ€œStill no kids?โ€ Her response varies from day to day, but it usually includes forced smiles and restraint.

โ€œNope, not yet,โ€ she says with a chuckle, muffling her frustration.

โ€œWell, donโ€™t wait forever. That clock is ticking, ya know,โ€ the sage says before departing, happy with herself for imparting such erudite wisdom. The sage leaves. The woman holds her smile. Alone, she criesโ€ฆ

Cries because sheโ€™s been pregnant 4 times and miscarried every one. Cries because she started trying for a baby on her wedding night, and that was 5 years ago. Cries because her husband has an ex-wife and she has given him children. Cries because she wants desperately to try in vitro but canโ€™t even afford the deposit. Cries because sheโ€™s done in vitro (multiple rounds) and still has no children. Cries because her best friend wouldnโ€™tโ€ฆ

View original post 743 more words

Advertisements

33 thoughts on “Mind your own womb

  1. Kalo saya tumbuh & berkembang hingga sekarang. Masalah infertility/keguguran berulang pasti ada solusinya. Daripada kepo/nyinyir lebih baik memberi semangat dan mendoakan. Kalo diminta saran baru deh tapi kalo orang itu pasrah tanpa bertanya dan gak mempermasalahkan ya hak dia juga. Bentuk ikhtiar orang kan beda2 ๐Ÿ™‚

    Like

        • iya mbak. aku nunggu luama bgt sampe sempet bbrp kali hampir berputus-asa terhadap rahmatNYA. mikir: dosaku byk bgt ya sampe rejekiku mampet begini….. tp akhirnya aku sadar bahwa klo manusia mau tobat, dosa sebanyak buih di lautan, insyaalloh diampuni ๐Ÿ™‚

          Liked by 1 person

  2. Duh masalah infertility lagi sih bikin kesel kadang, orang yang nggak tahu medis suka menasehatiku untuk ‘berobat’ PCOS-nya… padahal mah ya mereka nggak ngerti dan sarannya nggak berguna juga. Suka bilang pakai daun ini dan itu.

    Like

  3. Mbak, aku baru aja share ini di FB. Aku juga gemes bgt. Akuh yg waktu itu baru 7 bulan nikah udah dikejer2 punya anak.. bahkan sama org yg ketemu aja jarang. Bahkan sampe terucap dikencingin anaknya dulu supaya nepa hamil. Sekate2 banget. Mulut org sini usil2 bgt. Dan semuanya bakalan dikomenin terus. Huhuhu. *Nasib*

    Like

  4. selalu ada yg berkomentar ya.. akupun baru ketemu di acara keluarga, dpt pertanyaan bertubi-tubi.. bulan depan, acara keluarga lagi.. dpt pertanyaan yg sama dari orang yg sama…

    tulisan yg bagus banget, Tyke..

    Like

  5. yang baru kelar gelar married aja langsunh ditanya “kapan punya anak?” “uda hamil belum?” lah dikata punya anak tuh kayak buat kue x ya ๐Ÿ˜ฆ orang emank demen nyinyir, ngomentari idup org lain bahkan suka ga diayak. Ga kayak gitu mereka tuh “gatel” mulutnya. ga mikirin perasaan org yang ditanya ya Tyke ๐Ÿ˜ฆ

    Like

  6. Baru baca tulisan orang itu dan bener banget tuh. Cocok untuk orang yang kepo. Eh tapi nih kadang yang minta digaruk juga. Kalo kita share begituan nanti dibilang terlalu sensitif. Ngeselin yah :/

    Like

  7. Apik mbak tulisane. Aku mau 4 tahun, dan bulan depan lebaran. Yeaah…pertanyaan yang sama pasti berulang. Kapan kapan kapan?
    Wondering, itu bibir minta disumpelin mercon kali ya ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†
    Ehm, aku udah lupa kapan terakhir kali cries soal ginian.

    Like

  8. udah kenyang banget ditanya “kapan Alenka punya ade? kasian kalo cuman 1”. Duuuuh anak saya gak usah dikasianin, bu. Emang situ yang mau bayarin uang sekolahnya :p

    Like

  9. Mbaak, ini bagus banget tulisannya… Kerasa dulu 2.5 taun baru hamil, kenyang deh ditanyain udah isi apa belom.. Ya kali isi nasi nih perutnya.
    Trus jadi tamparan buat diri sendiri juga yang kadang suka bercanda ga pake mikir, ngomong ke anak tetangga di depan ibunya, “Minta adek yaa ke mama..” padahal ga tau juga kondisi si emaknya. Sumpel nih mulut. Diam itu emasss…

    Like

  10. Jlebbbb…..sangat terharu mba….. Saya di anak pertama alhamdulillah Alloh Swt memberikannya cepat. Tapi sekarang saat program anak kedua ternyata ngga semudah yang kita rencanakan. Baru benar-benar merasakan bagaimana menanti buah hati dengan segala komentar diluar sana, hehehe……

    Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s