Jalan-jalan di seputaran Bondi Junction

Setelah pergi ke Lidcombe di postingan sebelumnya, petualangan GumTree kami berlanjut ke daerah yg lebih dekat dengan rumah (di Kingsford). Yaitu ke….. Bondi Junction. Bukan ke mall-nya sih, tp ke area pemukiman di sekitarnya. Gak butuh naik kereta. Cukup naik bus 1x, yaitu bus nomer 400 atau 410 yg nyegatnya dari depan supermarket IGA Kingsford. 

Oke sekalian ngebahas ttg bus nomer 400 dan 410. cmiiw ya, semoga infoku masih valid, secara udah agak-agak lupa deh eykeh.

Btw bus 400-410 ini dari dan ke airport loh. Asik deh modal ga sampe $5 udah bisa nyampe airport klo dr Kingsford (asal barang bawaan ga segambreng jg sih). Atau dr Kingsford menuju airport. Another important note: masih banyak armada bus 400 yg gak ada akses buat wheelchair dan pram (pram = stroller). It means, bagi yg bawa koper guede, mungkin ga boleh naik jg sama supirnya.

Dan kedua bus ini limited stops ya. Nggak berhenti di semua halte. Jd tiap berapa halte aja. Klo mau menuju atau pulang dari mall Westfield Eastgardens naik bus 400/410 bisa, ntar lewat Pacific Square juga doi. 

Oiya…. Ttg limited stops. Yg jelas setelah IGA Kingsford, busnya nggak berhenti di halte Strachan St dan Barker St. Tp lgsg ke sebrang UNSW Main Gate. Kemudian next stopnya adalah UNSW upper campus (gate 9 klo ga salah).

Tibalah kami di Bondi Junction which btw masih jauh dr pantai. Klo naik 400/410 mau ke the famous Bondi Beach, kudu oper nomer 333 atau 380 klo nggak salah (333 dan 380 ini ngelewatin Hyde Park lho, btw!). Turun di dan Oper dr Bondi Junction interchange (it’s one more stop after Bondi Junction mall). 

Kembali ke perjalanan kami berdua. Oke, turun dr bus 400, kami melewati pusat perbelanjaan ini, outdoor…. Masih pagi, jadi banyak toko dan resto/cafe yg belom buka.

Model rumah kecil kayak gini banyak ditemui di Sydney dan suburb-nya. Manis banget. Dari luar kliatannya kecil (karena gak terlalu lebar). Tapi dalemnya bagus-bagus ni rumah-rumah bule. Dan lumayan luas juga karena menjorok ke belakang:

Ada juga yg model rumah begini, satu atap tapi aslinya terbagi menjadi 2 rumah. Terasnya 2, pintu masuknya 2:

Kebanyakan rumah tua yg sudah dipoles ulang. Banyak juga yg udah renovasi. Paling suka klo ngeliat rumah yg lagi ditawarkan untuk dijual. Di bagian depan rumahnya, dipasang kayak banner gede gitu. Trus aku suka bacain karena penasaran, rumah sebesar ini ada berapa kamar tidur dana kamar mandinya sih? Trus ada foto bagian dalam rumahnya juga, gitu. Bagus-bagus dalemannya.

Suamiku lagi ngobrol sama seller GumTree. Beli barang di GumTree (dan di Oz secara general) murahnya bisa sampe kebangetan deh 😆 Trus sebelum back for good ke Indonesia, ya tinggal dijualin lagi :

Kelar COD-an, melipir ke Clementson Park dulu. Laper, mari nyemil bekal dulu lah:

Ada playgroundnya juga yg dipagarin itu. Tapi kami pilih duduk di luar playground:

Rumah dan toko sepanjang jalan. Motif pagar rumahnya manis amat yak? Rata-rata seragam nih, bentukannya begini semua:

Pulangnya naik 400 lagi. Trus ketemu sama mas-mas surfer:

Sampai dengan detik itu, kami berdua belom tertarik untuk mengunjungi Bondi Beach yg kondang (termasuk kondang krn kadang dipake sbg lokasi transaksi narkoba, hahaha scary!). Simply bcoz, menurut kami: ah mainstream amat sih ke Bondi Beach. Mending juga ke pantai yg deket-deket rumah, kagak pake oper bus, bahkan bisa jalan kaki. Misal: Maroubra atau Coogee 🙂 Ntar aku posting juga pengalaman jalan kaki pagi-pagi ke kedua pantai ini (pulangnya naik bus sih soalnya CAPEK! Hahahaha).

Anywaaaaay…… Pada akhirnya sih main ke Bondi Beach juga bbrp kali dan jadinya ngefans sama beach yg satu ini (kemakan omongan sendiri hahaha). Kunjungan terakhirku ke pantai di Sydney kayaknya ya ke Bondi Beach dan bisa dibaca disini ya (link). 

Advertisements

47 thoughts on “Jalan-jalan di seputaran Bondi Junction

    • Iya. Bersihhh. Kadang nemu sih sampah di pinggir jalan. Klo udah gitu, biasanya aku sikut2-an sama suami: “Huh ini pasti sampah kerjaan orang Asia!” 😆

      Like

  1. Wah, baru tau kalo di Bondi Beach suka buat transaksi narkoba………………ngeri juga ya kalo gitu. Waktu kami ke sana malahan gak sempet ngeliat daerah pertokoan, rumah2 sama taman itu, padahal bagus yaa……….

    Like

    • Iya bersih dan rapi 🙂 jalan kaki jadi makin menyenangkan 🙂 seru memang tinggal disini, bahkan klo ngga punya kendaraan pribadi, bs tetap jalan kemana2 naik kendaraan umum.

      Like

  2. Podho yo ternyata. Disini rumahnya banyak yang seatap berdua *semacam lagu yo haha. Aku suka penasaran aja, kalo misalkan karaokean dangdutan nang ngomah ngono, tetangga atapnya kedengaran ga ya :)))

    Like

    • oper-nya sih sama, namanya juga naik kendaraan umum ya mbak (bukan mobil pribadi). tp tetep lah jangan dibandingkan, hahaha. dr sisi schedule dan ketepatan jadwal aja udah amat sangat jauh sekali. disana banyak bus udah dilengkapi GPS, jd kita bisa tau busnya udah sampe mana. ini menentukan kita mau jalan atau mau lari dari rumah ke halte, wkwkwkwk. dan mengatur perjalanan disana juga amat sangat nyaman krn ada aplikasi untuk mengetahui jadwal bus, dan kalo mau oper pun ada informasinya berhenti di halte mana lalu ada peta untuk tau jalan kaki kearah mana ke halte berikutnya, lalu bus berikutnya tiba jam berapa dsb.

      Like

    • Hehe iya. Worth it lah antara oper bus dan bagus tempatnya. Tp di Sydney klopun harus oper bus, tetep nyaman sih (meski tetap lah makan waktu ya). Krn jelas harus oper dr halte mana & bus datang jam berapa (ada aplikasi buat mengatur perjalanan kita, termasuk diantaranya terdapat peta & schedule bus).

      Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s