Bangun dari mimpi indah

To make it short, I’ll just say that: aku udah di Indonesia lagi, leaving Sydney probably for good and not coming back while my husband will be back on January until February. Dan aku RINDU dan REWEL, dalam hati menjerit: pengen kembali ke Sydney.

Mengutip ucapan seorang teman, bahwa kembali ke tanah air pasca menyelesaikan kuliah di Sydney, ibaratnya seperti: ‘Bangun dari mimpi indah,’

You see my dear, kuliah (atau jadi pendamping pasangan kuliah) di luar negeri dengan beasiswa, nggak sesederhana:
(1) Apply beasiswa.
(2) Ikut tes ini itu.
(3) Keterima.
(4) Siap-siap.
(5) Berangkat.
(6) Tinggal disana.
(7) Kuliah.
(8) Lulus.
(9) Pulang.
(10) Melanjutkan hidup.

It isn’t as simple as counting 1 to 10. Antara poin 1 dan 2, ada 1a,1b,1c,1d…. dan seterusnya. Dan in my case right now, antara poin 9 dan 10, ada:
9a-Packing sambil denial,
9b-Farewell dengan teman-teman dengan tetap denial,
9c-Perjalanan pulang masih dengan denial,
9d-Nyampe di Surabaya, still in denial,
9e-Adaptasi dengan cuaca yg berbeda,
9f-Unpacking,
9g-Rewel pengen balik ke Sydney.

Dan ntah poin 9 ini mungkin bisa sampe 9z sebelum akhirnya aku tiba di poin nomer 10 = melanjutkan hidup. Well what can I say. That’s life. Pada akhirnya aku OPTIMIS kok, akan bisa tiba di poin nomer 10. Tapi sementara menuju kesana, aku berusaha untuk menjalani step by step dengan tidak tantrum dan tidak emotionally breakdown (ok agak lebay– but possible).

Intinya: kalo waktunya sedih yo sedih, rewel yo rewel, TAPI YAUDAH SIH… Do it elegantly. Nggak usah dibiar-biarin, dilama-lamain. Istighfar dong. Umur udah 32, mosok sih masih begitu-gitu aja kemampuan pengendalian dirinya. Ya gak? πŸ˜‰

Advertisements

24 thoughts on “Bangun dari mimpi indah

  1. Aku juga gitu, neng.. Setiap kali pindah domisili.. Duh.., adaptasinya itu kadang bikin stres, lucunya orang sekitar bilang gak kelihatan rempong tuh diriku😝 Padahal di otak nih pasti bermunculan: “knp sih di sini begini, kalo waktu di sana kan begitu..”, dst.., dst..πŸ˜€

    Like

  2. Haha… bener, Mbak… :))

    Tapi aku juga gitu. Agak susah mengendalikan diri. Gampang terbawa oleh kenangan manis, dan akhirnya jadi kurang menikmati fase kehidupan yg sedang dijalani πŸ˜€

    Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s