Menumpuk barang

Mau CTM dikit alias Curhat Tengah Malam. Coz it’s past midnight already in Sydney. Jadi gini. Ketika aku keluar dr rumah tempat tinggalku di Surabaya, harapanku adalah: kamar kutinggalkan dalam kondisi semua laci & lemari kosong dong ya?

Kan 2 orang penghuninya pindah ke Sydney ya gak? Nyatanya? Itu kamar masih penuhhhhh barang, pusiang deh pala Barbie!! (Padahal barang ya barangku sendiri, kok pake pusing?) Suer, pas Ramadhan kemaren mudik, aku sampe bingung: kok bisa sih aku punya barang sebanyak ini di Surabaya YANG NGGAK KEPAKE?

Iya dong nggak kepake! Per-Ramadhan kemaren, itu kamar sdh kutinggalkan slama 4 bulan. Otomatis barang segabruk di dalamnya yo nggak kepake dan gak akan kepake. Karena ‘hukumnya’ begini: ketika km tidak memakai suatu barang selama berbulan-bulan dan hidupmu tetep oke-oke aja….. That means: itu barang useless. Give them away! Throw them to the rubbish bin!

Dont be a hoarder/orang yg suka numpuk barang yg ga lagi terpakai (usually krn ada emotional attachment yg berlebihan & lebhay).

Nah, Kamis ini kan aku pulang ke Surabaya. Jumatnya, first thing in the morning aku harus: mengosongkan lemariku. Like seriously. Dari Sydney, aku membawa pulang sekitar 170kg barang lho (100kg akan tiba di Surabaya, akhir bulan via kargo). Klo kamarku di Surabaya nggak kukosongkan, trus mau ditaroh manaaaa ini 170kg barang? Hah?! Hah?!?

Moral of the story: saat berpindah tempat tinggal, sebenarnya adalah momen yg pas untuk menyeleksi kembali barang-barang kita (which to keep, which to throw away). Dan jgn menyimpan barang, lbh dr kapasitas lemarimu. Bukan tempat penyimpanan/storage-nya yg perlu ditambah, tp barangnya yg harus dikurangi (terutama saat membeli barang baru!!)

Advertisements

15 thoughts on “Menumpuk barang

  1. Saya sendiri adalah penyimpan barang. Rasanya sayang saja pas dibuang. Tapi kena batunya pas pindah kota. Banyak sekali barang yang saya tinggali. hahahaha.

    Like

  2. kadang ada yang emang tipenya penyampah kompulsif suka nyimpen2 barang gak berguna gitu juga kan ya mam.. temen ku ada yg kaya gitu, sampe kesel ngingetinnya..

    Like

Thanks for your comment(s). Have a nice day!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s